Juslifar M. Junus: Rindukan Pustaka Audio Visual Seni Budaya

Arek Suroboyo ini dikenal dengan nama Ujang, meski nama aslinya Juslifar Muhamad Junus. Pernah aktif di teater, kemudian banyak menekuni audio visual, mendirikan lembaga khusus dokumentasi video, berjaringan internasional, meski masih sedikit pihak yang menganggap penting apa yang dilakukannya. Dan ternyata, dedikasinya selama ini telah berbuah berupa Penghargaan Seniman yang diberikan Gubernur Jatim, akhir November 2010 yang lalu.

Alumnus Departemen Komunikasi Fisip Unair ini punya obsesi, ingin Jawa Timur atau bisa dimulai dari Surabaya, punya semacam pustaka audio visual tentang seni budaya, yang dapat diakses oleh pelajar, mahasiswa, peneliti dan masyarakat untuk sama-sama belajar dan memahami persoalan kota/daerahnya. Dan dengan kesadaran sendiri, lelaki kelahiran Surabaya, 24 November 1970 ini, melakukan dokumentasi budaya kampung-kampung Surabaya, sejumlah kesenian tradisional, serta berusaha selalu mendorong lembaga-lembaga formal agar mau mendokumentasikan kegiatan keseniannya.

Upaya yang disebut terakhir ini dilakukan karena untuk kerja dokumentasi audio visual itu butuh biaya tidak sedikit. Sebut saja, Festival Seni Surabaya (FSS) 2002, Festival Cak Durasim (FCD) 2001, 2002, 2003, Multimedia Video Pertunjukan Wayang Kulit dengan dalang Ki Sinarto (dua kali tahun 2003), Festival Topeng Nusantara (2004), Festival teater Remaja, Festival Budaya Jawa Timur, Malang Tempo Doeloe, dan banyak lagi.

Dengan bendera Documentary Networking (docnet), Ujang pernah pernah mengajukan surat audensi kepada Pemkot Surabaya untuk duduk bareng dan mencoba sharing gagasan ini, tapi belum ada respon sama sekali. “Dimanapun seorang kreator selalu berhadapan dengan soal limitasi, justru disitu letak harkatnya,” ujarnya tetap optimistis. Pengalaman pahit juga pernah terjadi saat membuat video dokumentasi berjudul “Kampung Maut”, yang menceritakan sebuah kampung padat di tepi rel kereta api. PT KAI protes, hendak dilaporkan Polda, karena dianggap menyebarkan keburukan PT KAI. Namun justru karena film itulah Ujang diundang International Conference Urban Kampongs yang dihadiri oleh Australia, Belanda, Amerika, Canada dan Indonesia yang diselenggarakan Australia-Nederlands Research Collaboration (ANRC) bekerjasama dengan FIB Unair. Video “Kampung Maut” mendapat kehormatan diputar sebagai pembuka konferensi, terus tim docnet menjelang penutupan konferensi dimintai untuk memandu peserta konferensi turun langsung ke lokasi kampung tersebut.

Tidak sia-sia Ujang menimba ilmu di short course sinematografi IKJ, Art Management Workshop dengan Black Swan Company, Body Language Workshop dengan Joshua Jerome dari Paris, juga Stage Act Performance Workshop dengan Talipot Reunion Island dari Prancis juga. Tentang Docnet itu sendiri, sebenarnya lebih mengarah ke kelompok/grup belajar bareng soal video dokumenter. Badan hukumnya sebagai perkumpulan.

Secara lembaga saat ini sedang menjalin hubungan kerjasama dengan departemen sejarah airlangga untuk membuat prototype tayangan-tayangan sejarah kota. Docnet sejak 2004 sudah terdaftar di INDOCS (Indonesian Documentary) dan pernah mendapat kehormatan diundang dan memutar film dokumenter kampung-kampung Surabaya di TIM, judul acaranya First Docs. Lalu sejak 2009, bergabung dengan IDA (International Documentary Association) dan Documentary Film Networks Internatonal, dimana yang dari Indonesia hanya docnet yang tergabung.

Pimpinan UJDS Digital Video Production ini juga diminta menjadi dosen tamu Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair. Sebuah karyanya berjudul Other Voices kini memasuki tahap seleksi di Jepang dalam kompetisi internasional video documenter.

Alamatnya: Kutisari Selatan I/31 Surabaya, telp: 081 686 3746.

naskah: henri nurcahyo
foto: dok Ujang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: