Seminar Potensi Tradisi Lisan Jawa Timur

LATAR BELAKANG
Tradisi lisan bukan hanya soal bahasa (lengkap dengan beragam dialeknya), tetapi juga mencakup sastra lisan, seperti mite, legenda, dongeng, hikayat, mantra, dan puisi serta berbagai bentuk seni pertunjukan. Bahkan juga termasuk sistem kognitif masyarakat, seperti adat istiadat, sejarah, etika, obat-obatan, sistem geneologi, dan sistem pengetahuan yang dituturkan secara turun-temurun di nusantara. Bahwa tradisi lisan dapat menjadi kekuatan kultural dan salah satu sumber utama yang penting dalam pembentukan identitas dan membangun peradaban. Bahwa tradisi lisan merupakan salah satu deposit kekayaan bangsa untuk dapat menjadi unggul dalam ekonomi kreatif.

Namun realitanya posisi tradisi lisan masih terpinggirkan, potensinya masih terabaikan, dan masih banyak yang menganggap bahwa tradisi lisan hanyalah peninggalan masa lalu yang hanya cukup menjadi kenangan manis belaka. Tradisi lisan seolah-olah tidak relevan lagi dengan kehidupan modern yang semakin melaju sangat cepat selama ini. Kemajuan teknologi ternyata tidak disikapi secara arif sehingga semakin meminggirkan posisi tradisi lisan. Tradisi lisan berupa dongeng, kegenda,mitos dan sebagainya seringkali dianggap fiktif, padahal sangat terbuka kemungkinan besar untuk membuktikan bahwa dongeng, mitos, dan legenda itu merupakan fakta yang kebetulan tidak dituliskan. Pembuktian semacam itu tidak mungkin dilakukan ketika ilmuwan dan peneliti Indonesia apriori terhadap kebenaran tradisi lisan secara ilmiah. Dibutuhkan dekonstruksi sikap tentang status tradisi lisan dalam khazanah dunia ilmiah Indonesia.

Karena itu diperlukan upaya untuk mendorong berbagai usaha mempercepat proses penguatan tradisi lisan sebagai identitas budaya dalam membangun peradaban. Bahwa kegiatan penguatan tradisi lisan dalam arti melakukan revitalisasi tradisi lisan sebagai bagian dari bidang seni tidak dapat dilepaskan dari penguatannya sebagai bagian dari penguatan masyarakat pendukungnya. Sebab dinamika tradisi lisan tergantung juga pada dinamika masyarakat pendukungnya, begitu pula sebaliknya. Dengan demikian usaha yang mengasingkan tradisi lisan dari masyarakat pendukungnya, baik yang diartikan sebagai penutur maupun yang mencakupi penonton dan pihak lain selaku pendukung tidak menjadikan tradisi lisan semakin kehilangan kekuatannya.

Berangkat dari pemikiran itulah maka dipandang perlu menggelar SEMINAR POTENSI TRADISI LISAN JAWA TIMUR.

MAKSUD DAN TUJUAN

1. Mempertemukan berbagai kalangan yang memiliki kepedulian terhadap tradisi lisan untuk secara sinergis melakukan kerja bersama demi pelestarian dan pengembangan tradisi lisan, khususnya di Jawa Timur.
2. Mendapatkan pemahaman mengenai konstelasi tradisi lisan dalam wacana identitas lokal dan global
3. Mendapatkan gambaran mengenai potensi tradisi lisan di Jawa Timur
4. Mendapatkan masukan bagi penyusunan program Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Jawa Timur.
5. Memberi kesempatan untuk pendaftaran anggota Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Jawa Timur.

WAKTU DAN TEMPAT

Dilangsungkan di Gedung Cak Durasim,
Taman Budaya Jawa Timur, Jalan Gentengkali 85 Surabaya

Selasa, 13 September 2011, pukul 12.00 – 16.00 WIB

PENYELENGGARA

Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Jawa Timur bekerjasama dengan Taman Budaya Jawa Timur

MATERI ACARA

Pukul 12.00 – 13.00 : Registrasi dan Makan Siang
Pukul 13.00 – 13.30 : Macapatan
Pukul 13.30 – 13.45 : Pembukaan
Pukul 13.45 – 14.45 : Pemaparan Makalah

1. Prof. Ayu Sutarto, ketua ATL Jawa Timur
Topik: Kekayaan Potensi Tradisi Lisan di Jawa Timur
2. Prof. Henricus Supriyanto, ketua Dewan Kesenian Kab. Malang
Topik: Tradisi Lisan dalam Kesenian di Jawa Timur

Moderator : R. Djaka Prakosa

Notulis : Henri Nurcahyo

Pukul 14.45 – 15.45 : Diskusi dan Tanya Jawab
Pukul 15.45 – 16.00 : Pembacaan Rekomendasi dan Penutupan

KEPANITIAAN

Ketua : Prof. Ayu Sutarto
Sekretaris : Henri Nurcahyo
Registrasi : Layli Ramadani
Seksi Acara : R. Djaka Prakosa
Perlengkapan : Taman Budaya Jatim
Dokumentasi : Taman Budaya Jatim

PENUTUP

Penyelenggaraan diskusi ini merupakan langkah kongkrit kepengurusan ATL Jawa Timur dalam melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak yang memiliki kepedulian yang sama terhadap tradisi lisan.

Surabaya, Agustus 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: