Sendratari Ranggalawe, Koes Plus dan Lomba Masak

SIARAN PERS

SURABAYA: Berbagai potensi seni budaya Kabupaten Tuban selama 3 hari berturut-turut bakal ditampilkan dalam acara Gelar Seni Budaya (GSB) Daerah dengan tema “Gumregah Bumi Ranggalawe”. Acaranya sangat beragam, mulai dari berbagai tarian, sendratari Ranggalawe, musik Koes Plus mania, Langen Tayub, lomba mewarnai, senam hingga lomba memasak. Dibuka Jumat malam (9/11) ditutup Minggu (11/11) di kompleks Taman Budaya Jatim, Jalan Gentengkali 85 Surabaya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, DR. H. Jarianto, M.Si, menyatakan, bahwa acara GSB ini merupakan acara rutin UPT Taman Budaya Jawa Timur dengan menampilkan potensi seni budaya berbagai daerah di Jatim secara bergiliran. Materi acara bukan hanya kesenian murni, melainkan juga potens pariwisata dan industri kreatif, termasuk bazaar kuliner khas daerah setempat. Diharapkan, dengan acara ini dapat menjadikan sarana promosi bagi daerah yang tampil sehingga nantinya dapat mengundang wisatawan maupun investor.

Sebagaimana acara GSB lainnya, selain pertunjukan kesenian juga digelar pameran/bazaar industri kecil, kerajinan, berbagai properti kesenian yang dijual sebagai souvenir, pemutaran film potensi pariwisata Kabupaten Tuban, serta bazaar makanan dan berbagai stand penunjang lainnya.

Menyebut nama Ranggalawe memang identik dengan kota Tuban. Ranggalawe merupakan tokoh legendaris bagi masyarakat Tuban dan merupakan salah satu sokoguru berdirinya kerajaan Wilwatikta (Majapahit). Berawal ketika masuknya pendaratan tentara Tartar di pelabuhan Kambang Putih Tuban, Raden Arya Ranggalawe sebagai pucuk pimpinan mengerahkan prajuritnya dengan menggunakan strategi Supit Urang dan Panah Sentil Angin berhasil memporakporandakan bala tentara Tartar. Karena jasa besar dan semangat juang yang bermental baja maka Raden Arya Ranggalawe mendapat anugerah sebagai ‘Ken Ranggapati Amangku Bumi Menteri Mamanca Negara Ring Tuban”.

Berbagai kesenian yang menyemarakkan acara ini terdiri dari tari selamat datang (Tari Kembang Setaman), yang merupakan gambaran kegembiraan anak-anak wanita beranjak remaja. Ada juga Tari Miyang yang mengisahkan kegigihan wanita pesisir ketika para nelayan pergi ke laut (Miyang). Dan pada hari pertama itu acara ditutup dengan sendratari “Ranggalawe Bhakti”. Keesokan harinya, Sabtu, dimulai dari jam 09.00 dengan lomba mewarnai dan memasak, pergelaran musik kreatif “Spink” dan musik Koes Plus Mania, uyon-uyon dan pergelaran Langen Tayub yang dilangsungkan hingga tengah malam.

Kesempatan bagi masyarakat umum untuk makan dan minum gratis disediakan hari Minggu pagi (11/11) setelah lomba senam aerobik, disusul sajian campursari, pengundian door prize, sampai akhirnya acara ditutup Minggu siang dalam bentuk campursari dan joget bersama. (*)

Informasi: Taman Budaya Jatim, telp: 031 534 2128

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: