Kolaborasi Wayang Thengul dan Wayang Kulit

SURABAYA: Lebih dari 26 tarian dari berbagai sanggar tari disajikan di Taman Budaya Jawa Timur (TBJT) sejak hari Jum’at (14/12) untuk menyemarakkan acara Gelar Seni Budaya (GSB) Daerah kabupaten Kediri. GSB dengan tema “Pesona Kediri Bumi Panji” ini juga menyajikan Fragmen Tari, Ketoprak, serta kolaborasi antara wayang thengul (boneka) dan wayang kulit. Acara di kompleks TBJT Jalan Gentengkali 85 Surabaya ini makin marak karena juga ada Lomba Fashion Show untuk anak, lomba senam aerobik dan pergelaran ketoprak, yang berakhir sampai Minggu malam (16/12).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur, DR. H. Jarianto, MSi, menyatakan, bahwa GSB yang diselenggarakan akhir tahun ini merupakan acara yang istimewa karena dibarengkan dengan beberapa agenda lain yang serupa. Dengan adanya GSB ini diharapkan masyarakat mendapatkan hiburan yang berkualitas dan dapat lebih mengenal pameran potensi wisata Kediri dan kuliner khas Kediri.

Tarian yang disajikan dari Kediri antara lain: Tari Sekar Wilis, yang menggambarkan kecantikan putri Kediri. Tari “Etek” yang berkisah mengenai kaum perempuan yang giat membantu suami mencari nafkah. Dan tari “Kilisuci Mangesthi” yang menceritakan Dewi Kilisuci yang merasa takut dilamar Pujangga Anom karena menyadari dirinya kedhi (mandul). Tidak lupa pula, Tari tradisional Jaranan yang menjadi kesenian khas Kediri.

Sedangkan fragmen Panji Amunah Angkara, menyajikan kisah mengenai kerajaan Kadiri yang kosong karena ditinggal Panji Inukertopati dan digantikan Panji Gunungsari. Pada saat itulah Panji Gunungsari melakukan penyamaran sehingga dapat mengetahui adanya kedholiman kelompok yang kuat terhadap kelompok yang lemah. Sementara itu, ketoprak “Labuh Tresno Saboyo Pati Saboyo Mukti” mengisahkan cinta segi tiga murid perguruan terhadap puteri gurunya sendiri.

Pada hari Sabtu, sejak pukul 09.00 hingga malam hari, disajikan puluhan tari dari berbagai sanggar tari yang selama ini menggunakan TBJT sebagai tempat latihan, yaitu: Sanggar Tari Nareswari, Irgan, Candhik Ayutama, Raff Dance Company, PLT Bagong Kussudiardjo, Bina Tari Jatim, Laboratorium Remo, Gito Maron, dan Brang Wetan. Sedangkan siang harinya, Sanggar Pedalangan TBJT menggelar Wayang Kolaborasi Thengul dan Kulit yang dimainkan tiga dalang bocah dengan lakon Ajisaka Sang Pengembara. Sebagai pamungkas acara, pada malam harinya disajikan ketoprak dari Kediri dengan lakon “Ampak-ampak Gunung Kelud”.

Hari terakhir, Minggu (16/12), ditutup dengan lomba senam aerobik dan pergelaran tari “Locking” dan Fresno dari Bina Tari Modern. Seperti biasanya, disediakan makan minum gratis dan doorprize dengan puluhan hadiah menarik. (*)

Info selengkapnya:
Taman Budaya Jawa Timur: 031 5342128
Download: http://www.brangwetan.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: