Tayub dan Ketoprak Nganjuk di Taman Budaya Jatim

TayubSURABAYA: Bagi penggemar Langen Tayub dan Ketroprak kali ini mendapat memuaskan kesenangannya menyaksikan dan terlibat langsung dalam pertunjukan tersebut. Selama tiga hari berturut-turut masyarakat dapat menyaksikan berbagai jenis kesenian, pameran produk unggulan dan objek wisata serta kuliner khas Nganjuk dalam acara “Gelar Seni Budaya Daerah” (GSBD) di Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Gentengkali 85 Surabaya. Acara dibuka Jumat malam (14/6) hingga Minggu siang (16/6).

Langen Tayub adalah salah satu jenis seni pergaulan yang memungkinkan penonton dapat ikut serta menari di panggung bersama waranggana. Gelar Langen Tayub ini sengaja dilakukan Sabtu malam agar memberi kesempatan para penggemar ikut menikmatinya. Sebagaimana diketahui, Kabupaten Nganjuk memang dikenal dengan kesenian Tayub, bahkan mempunyai sekolah khusus mendidik waranggana (penari Tayub) yang kemudian dilakukan wisuda di objek wisata air terjun Sedudo.

Sementara pergelaran kethoprak pada hari Jum’at malam akan mengusung cerita berjudul “Geger Wilis”. Pertunjukan ini menceritakan kedamaian bumi perdikan Nganjuk Ladang yang baru mendapat anugerah dari mPu Sindok terusik oleh prajurit Sriwijaya yang belum bisa menerima kekalahan dari pasukan mPu Sindok yang dibantu masyarakat Anjuk Ladang. Ki Sora ingin mengembalikan kejayaan Sriwijaya menjadi pembuat masalah agar Nganjuk Ladang hancur.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, DR. H. Jarianto, M.Si, mengatakan, bahwa program ini merupakan agenda rutin Disbudpar Jatim, khususnya UPT Taman Budaya Jatim, sebagai upaya untuk memperkenalkan potensi kesenian dan pariwisata yang tersebar di seluruh Jatim. “Warga Surabaya dan sekitarnya yang berasal dari Nganjuk dapat memanfaatkan acara ini untuk kangen-kangenan,” tambahnya.

Kesenian lain yang disuguhkan kali ini adalah tari Tirip, Jaranan, lagu-lagu daerah Nganjuk, dan campursari. Sebagai selingan, juga diselenggarakan Lomba Senam Aerobik dan disediakan makan minum gratis bagi peserta. Dan seperti biasa, juga disediakan puluhan door prize menarik.

Tari Tirip menggambarkan obsesi Jaka Tirip, seorang pemuda desa yang mendambakan cinta Dewi Sekartaji. Ketika mendengar sang dewi pujaan akan melewati desanya diapun menunggu di tepi jalan. Karena takut tidak bisa melihat pujaannya, maka menanak nasipun dilakukan di tepi jalan. Ternyata Dewi Sekartaji tidak jadi melewati jalan tersebut. Maka pupuslah mimpi Jaka Tirip.

Lagu “Mustika Anjuk Ladang” merupakan ekspresi kebangaan atas anugerah pada kota Nganjuk yang memiliki tempat wisata seperti Grojogan Sedudo, Air Merambat Rara Kuning, goa Marga Tresna, sen Mongdhe, Wayang Timplong, Jaranan Pogogan dan sentra produksi brambang Sukomoro yang menjadi andalan kota Nganjuk.

Informasi:
Taman Budaya Jawa Timur, 031 534 2128
Download: https://brangwetan.wordpress.com

Satu Tanggapan

  1. Slmat mlm…q tika q sneng skali lhat org nari tradisional dan q pengen belajar nari juga apa ad tempat yg bsa bntu untk sya blajar nari?mohon infox terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: