Festival Majapahit Internasional di Pandaan

Penari Rama dan Sita dari Cambodia

Penari Rama dan Sita dari Cambodia

Setelah 42 tahun sejak Festival Internasional Ramayana tahun 1971, kali ini digelar festival berskala internasional di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, 11-13 September 2013. Sebanyak 10 pertunjukan dari 9 negara bergiliran tampil tiga hari berturut-turut dalam perhelatan besar yang diberi nama Festival Majapahit Internasional.

Dr. H. Jarianto, M.Si, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Provinsi Jawa Timur menjelaskan bahwa meski menggunakan kata Majapahit sebagai namanya, namun ternyata hampir semua peserta menyajikan pertunjukan dengan tema Ramayana. “Mereka sudah Ramayana minded, ya gak papa, kita ingin mengangkat kebesaran Majapahit, bukan Ramayana,” jelasnya kepada wartawan dalam jumpa pers di Graha Wisata, Selasa siang (10/9).

Hari pertama, tiga negara akan membuka festival, yaitu India, Cambodia dan Indonesia yang kali ini diwakili oleh tim dari Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya yang menampilkan pertunjukan sendratari “Surya Majapahit.” Selain STKW, delegasi Indonesia juga diwakili oleh tim kesenian ISI Denpasar yang menyajikan “Kepandung Dewi Sinta” sebagai pergelaran paling akhir (13/9). Selain yang sudah disebut di atas, negara lain yang mengikuti festival dengan nelibatkan sekitar 600 seniman ini adalah Myanmar, Malaysia, Singapore dan Laos (tampil hari kedua), dan hari terakhir diisi dengan penampilan Filipina, Thailand dan Indonesia (Bali).

Sebagaimana diketahui, bahwa Taman Candra Wilwatikta sengaja dibangun dan dikelola oleh Yayasan Wilwatikta untuk menggelar festival Internasional Ramayana tahun 1971. Namun setelah itu nyaris tidak ada acara besar yang diselenggarakan di areal seluas 11 hektar ini. Maka pada tahun 2012, aset dan pengelolaannya dihibahkan ke Pemprov Jatim yang kemudian membentuk UPT Ekonomi Kreatif Taman Candra Wilwatikta Pandaan.

Penyelenggaraan festival kali ini juga terkait dengan cita-cita Presiden RI untuk mendirikan Taman Majapahit di Trowulan. Venue pertunjukan dengan panggung terbuka ini sanggup menampung penonton sebanyak 5000 duduk, bahkan sampai 10.000 orang kalau berdiri.

Jarianto tidak menjanjikan, apakah festival besar ini akan diselenggarakan secara berkala. “Akan dievaluasi dulu, tapi minimal tahun depan akan ada pentas berskala nasional,” jelasnya. (hn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: