Wayang Orang Magetan di Taman Budaya Jatim

Wayang-Uwong-from-Magetan-103480SURABAYA: Inilah kesempatan langka untuk dapat menyaksikan Wayang Orang atau Wayang Wong yang juga sudah menjadi kesenian yang semakin langka. Hari Sabtu malam (26/4) dipentaskan Wayang Wong dari Magetan dengan lakon “Asmara Dahana” di Taman Budaya Jawa Timur, Jalan Gentengkali 85, dalam rangka Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) “Gumebyaring Bumi Mageti” Kabupaten Magetan.

Acara ini berlangsung dua hari, dimulai sejak Jum’at sore (25/4) yang dibuka dengan arak-arakan kesenian Tongkling, dilanjutkan dengan Tari Gondang Kasih. Tarian ini merupakan gambaran dua sisi berbeda, merah dan putih, yang saling memberi warna dan kekuatan. Gerak tari ini dipersembahkan sebagai ungkapan rasa hormat dan terima kasih kepada segenap undangan yang telah berkenan hadir pada acara seperti malam hari ini.

Setelah sajian lagu daerah “Telaga Sarangan” dan tari Retno Wulandari, acara hari pertama itu diakhiri dengan Pergelaran Seni Pertunjukan Fragmen berjudul “Maduretno”. Tari Retno Wulandari, berkisah mengenai sosok pahlawan wanita Bumi Mageti (Magetan) yang sangat besar rasa cinta tanah air dan bela negaranya. Bersama-sama dengan teman sebayanya dia menghimpun dan menyusun kekuatan mengusir Belanda dari bumi kelahirannya.

Sedangkan Fragmen Madu Retno, berkisah mengenai seorang wedana bernama Pangeran Rangga Prawiradirja III yang beristrikan putri keturunan Sri Sultan Hamengku Buwono II, Kanjeng Ratu Madu Retno. Sayang pada usia yang masih muda Kanjeng Ratu Madu Retno harus menghadap yang maha kuasa, dan ditengah kedukaan itu datang pula tentara kompeni Belanda hendak menguasai Maospati. Terjadilah pertempuran nan dahsyat di bumi Maospati.

“Ini kesempatan yang sangat bagus bagi warga Surabaya atau warga asal Magetan yang tinggal di Surabaya untuk menyaksikan acara kesenian sekaligus silaturrahim,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Olahraga, Dr. H. Jarianto, M.Si.

Hari Sabtu pagi, acara GSBD ini dimeriahkan dengan Lomba Fashion Show Anak yang memperagakan jenis busana etnik modifikasi (Putri kebaya modifikasi dan Putra beskap modifikasi). Pendaftaran gratis, disediakan hadiah total uang tunai jutaan rupiah. Sedangkan siang harinya, dihadirkan pergelaran Campursari Magetan, ditutup Pergelaran Wayang Orang dengan lakon “Asmara Dahana” pada malam harinya.

Pertunjukan Wayang Wong ini menyajikan cerita seputar Raja Rahwana yang jahat dan serakah. Tuhan telah menganugrahkan harta melimpah ruah dan kekuasaan sebagai raja yang seakan tiada batasnya. Istana nan megah berlapis emas bertahta berlian dan mutiara telah dimilikinya. Namun Rahmana masih sangat bernafsu untuk memperistri Dewi Shinta titisan bidadari Widowati yang telah menjadi permaisuri Prabu Rama Wijaya. Segala daya dan upaya, tipu muslihat dan arogansi dilakukannya untuk merebut sang dewi. Dari nafsu angkara dan laku durjana inilah kelak sang Rahwana menerima akibat kehancuran dirinya, keluarga bahkan rakyat dan negerinya.

Selama GSBD berlangsung, digelar juga pameran kerajinan, produk unggulan dan potens pariwisata Magetan, bazaar kuliner. Info selengkapnya hubungi Taman Budaya Jatim, telp: 031 5342128. (*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: