Fragmen Tari Cikal Bakal Turangga Yaksa

SURABAYA: Fragmen tari Cakrik, yang mengisahkan asal usul kesenian Jaranan khas Trenggalek Turangga Yaksa, dipentaskan di Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Gentengkali 85 Surabaya, Jum’at malam (20 Juni) mendatang. Selain itu ada kesenian khas lain yang disebut Musik Banthong, Beksan Asri Trunggali dan Jaranan. Acara Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) “Trekah Trah Bumi Ageng Galek “ ini dipungkasi dengan pergelaran wayang kulit padat gaya Surakarta bersama dalang Ki Genit Santoso dengan lakon “Mustika Pringgodani”, Sabtu malam (21 Juni).

Fragmen Tari “Cakrik” diangkat dari cerita rakyat upacara adat “Baritan” masyarakat dusun blimbing desa Dongko Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek, yang merupakan cerita cikal bakal tari Jaranan Turangga Yaksa. Makna kata “Baritan” adalah “Bar Rit–ritan” yang menggambarkan kegiatan para petani selesai panen padi untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar padi dan hasil pertanian dan hewan piaraan mereka terhindar dari segala ancaman hama dan penyakit. Upacara ini dilakukan bersama-sama di sawah yang baru dipanen dan diakhiri dengan pertunjukan Jaranan dan Langen Tayub. Inilah upaya masyarakat Kabupaten Trenggalek untuk mewujudkan jaranan Turangga Yaksa sebagai ikon Kabupaten Trenggalek.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, Dr. Jarianto, M.Si, mengatakan bahwa kabupaten Trenggalek memiliki potensi seni budaya yang luar biasa. Demikian pula pesona pariwisatanya. Dalam acara rutin yang diselenggarakan secara bergilir antardaerah di Jawa Timur inilah diperlihatkan potensi seni budaya, pariwisata, termasuk produk unggulan dan kuliner khas.

Sajian yang menarik lain yaitu arak – arakan “Musik Banthong”, merupakan gabungan antara Terbang Jedhor dan Khenthongan yang biasanya dimainkan masyarakat Trenggalek mengiringi acara tirakatan pada acara khitanan, majemukan dan “gumbrengan bayi”. Kenthongan sebagai tanda “uluk-uluk” untuk mengundang orang sedangkan Terbang digunakan untuk mengiringi doa-doa dengan syair “Manuhara” berbahasa jawa.

Ada lagi sajian berupa Lagu Daerah “Mangga Tindak Trenggalek” yang merupakan lagu daerah kaya Agus Mukarwanto yang meraih kejuaraan pada Festifal Lagu Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2007. Lagu ini menggambarkan kondisi dan potensi pariwisata Kabupaten Trenggalek sebagai potensi dan destinasi unggulan yang sekiranya layak dijual dan berkompetisi sebagai destinasi dan potensi pariwisata unggulan Jawa Timur.

Sedangkan tari “Beksan Asri Trunggali” merupakan tari ucapan selamat datang yang digali dari pergelaran Langen Tayub yang berkembang dan merupakan kesenian tradisi di wilayah Kabupaten Trenggalek dan sekitarnya. Suasana keramahan berlatarbelakang kondisi kedamaian alam pedesaan kerangkai menjadi sebuah sajian. Pergelaran pamungkas berupa Wayang Kulit Padat Gaya Surakarta, dengan lakon “Mustiko Pringgondani” dan dalang Ki Genit Santoso.
Ikut memeriahkan acara ini adalah Lomba Memasak Ibu dan Anak dan juga Lomba Menghias Pudding Anak PAUD sampai TK. (*)

Informasi:
Taman Budaya Jawa Timur, telp: 031 534 2128

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: