Kentrung Jatim Raih Dua Penghargaan

Foto 1JAKARTA: Tim Kesenian Jawa Timur berhasil meraih 2 (dua) penghargaan dalam Festival Nasional Teater Tradisional yang diselenggarakan oleh Dirjen Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ). Acara dua tahunan ini diikuti oleh perwakilan 34 provinsi seluruh Indonesia, berlangsung empat hari berturut-turut, 14-17 Juni 2014.

Kali ini Jatim diwakili oleh SMKN XII yang menampilkan kelompok Kentrung Pegon dengan lakon “Arya Menak” berdasarkan naskah yang ditulis oleh Hartatok dan sutradara Harwi Mardiyanto. Kelompok ini berhasil terpilih dalam 6 (enam) grup terbaik non rangking, dan juga mengantarkan Ariesta Widia Yuriska, pemeran Aryo Menak, sebagai salah satu dari 6 (enam) pemeran terbaik nonrangking.

Ariesta (kiri) sebagai Aryo Menak

Ariesta (kiri) sebagai Aryo Menak


Cerita “Aryo Menak” itu sendiri secara umum lebih dikenal dengan legenda Joko Tarub, namun di Madura berkembang dengan judul “Aryo Menak, Tunjung Wulan”. Karena cerita ini sudah populer, maka pementasan digarap dengan memvisualkan tokoh-tokoh dalam cerita tersebut. Aspek kentrung tetap dipertahankan dengan cara bertutur dalang dan instrumen rebana. Hampir seluruh pertunjukan sarat dengan humor sehingga terus menerus mengundang tawa pengunjung yang memadati GKJ.

Dewan Pengamat yang terdiri dari Kasim Ahmad, DR. Arthur S Nalan, M.Hum, Dindon WS, Adjim Arijadi dan Erry Anwar, menetapkan peraih penghargaan selengkapnya sebagai berikut:

– 6 (enam) Penyaji Terbaik Nonrangking: Penyajian dari Provinsi Lampung, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), provinsi Bali dan Jawa Timur.

– 6 orang Penampil (Pemeran) Terbaik Nonrangking, terdiri dari: (1) Widayat, pemeran tokoh Ngabdul dari Jawa Tengah, (2) Irmalia Ismawati, pemeran tokoh Kartoceki dari DIY, (3) Ariesta Widia Yuriska, pemeran Aryo Menak dari Jatim, (4) Yan Amarni Lubis, pemeran Datuk Gegara dari Sumatera Utara, (5) Eteng Irsyad dari Sulawesi Tengah, dan (6) Erika BRPH dari Lampung.

– 3 Sutradara Terbaik: (1) Tulis Semoro dari DIY dengan lakon “Perintah Diponegoro”, (2) B. Budiono Lee dari Jawa Tengah dengan lakon “Obahing Ledhek Kasaputing Ratri” dan (3) Juwita N dari Lampung dengan lakon “Hikayat Burung Layang”.

– 3 Penata Musik: – Elik Nur dari Papua Barat, – Muh. Sahir dari Sulawesi Selatan dan – Felix Kedon dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

– Grup Favorit: Sanggar Harapan Jaya dari Sulawesi Tengah.

– Penghargaan Khusus diberikan kepada Rengga Theatre Production FBS Universitas Negeri Jakarta (UNJ) DKI yang menampilkan Wayang Senggol. (hn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: