Warisan Budaya Jatim Diakui Nasional

JAKARTA: Sebanyak 8 (delapan) warisan budaya takbenda (intangible heritage) dari Jawa Timur diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional. Hal ini diputuskan dalam Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2014 yang dilaksanakan di Hotel Millenium Jakarta (17-19/9). Acara tersebut digelar oleh Direktorat Internalisasi dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jendral Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Keputusan Sidang yang dibacakan oleh Ketua Tim Ahli Warisan Budaya Takbenda Nasional, Mukhlis PaEni, Jumat malam (19/9), menyebutkan bahwa 8 (delapan) warisan budaya takbenda asal Jawa Timur tersebut adalah: Tari Seblang (Banyuwangi), Wayang Topeng (Malang), Ritual Tumpeng Sewu (Banyuwangi), Syiir Madura, Upacara Kasada (Tengger), Ludruk, Jaran Bodhag (Probolinggo), Topeng Dongkrek (Madiun).

Sedangkan permainan anak Egrang, ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Bersama karena permainan ini juga ada di banyak daerah meski dengan nama-nama yang berbeda. Sebetulnya masih ada satu usulan lagi dari Jatim, yaitu Jaranan, namun dalam klasifikasi pendaftaran terlanjur dimasukkan usulan dari Yogyakarta, padahal kesenian tersebut di Yogya lebih dikenal dengan nama Jathilan

Selama berlangsungnya Sidang Penetapan tersebut, provinsi Jawa Timur diwakili oleh Henri Nurcahyo, pengurus Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Jatim selaku stakeholder Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur. Disamping itu juga didukung oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Yogyakarta, dimana Jatim memang berada dalam wilayah kerjanya. Pada tanggal 17 Oktober mendatang, kedelapan warisan budaya takbenda tersebut akan ditetapkan secara formal oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Dalam kesempatan tersebut Kemendikbud akan langsung mengundang Gubernur Jatim untuk menerimanya.

Penetapan 8 warisan budaya asal Jatim ini melengkapi daftar warisan budaya takbenda asal Jatim yang sudah diakui secara nasional pada tahun lalu. Lima dari 77 warisan budaya tersebut adalah Reog Ponorogo, ‘Keraben Sape’ (Karapan Sapi), Sapi Sonok, Gandrung dan Kentrung.
Sedangkan warisan budaya takbenda Indonesia yang sudah diakui secara internasional oleh UNESCO adalah Wayang, Keris, Batik, Angklung, Saman dan Noken. (hn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: