Leo Kristi

Leo KristiNama aslinya Leo Imam Sukarno, populer dengan panggilan Leo Kristi. Penghargaan buat lelaki kelahiran Surabaya, 8 Agustus 1949 ini sebetulnya tergolong lambat. Leo sudah mengibarkan namanya sejak puluhan tahun lalu dengan lagu-lagu baladanya yang khas. Bersama Gombloh dan Franky Sahilatua (keduanya sudah almarhum), Leo ikut mendirikan grup musik beraliran rock progresif bernama Lemon Trees. Leo adalah ikon kota Surabaya, namanya identik dengan semangat kepahlawanan dalam musik. Tahun 2011 Leo mendapatkan penghargaan dari Walikota Surabaya.

Pendidikan musik sudah didapatnya sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tahun 1964 melalui Kursus Musik Dasar oleh Tino Kerdijk, di Sekolah Musik Rakyat di Surabaya. Di SMAN 1 Leo membentuk band rock’n roll bersama Harry Darsono, yang kemudian dikenal sebagai desainer. Kuliahnya di Jurusan Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember di Surabaya pada tahun 1971 tidak diselesaikannya lantaran bertemu Gombloh dan berkarier sebagai pemusik keliling (trubadur).

Darah musik mengalir dari ayahnya, Raden Ngabei Iman Soebiantoro, birokrat pajak yang juga seorang musisi. Untuk menyanyi ia belajar pada Nuri Hidayat dan John Topan. Ia juga pernah kursus gitar pada Poei Sing Gwan dan Oei Siok Gwan. Dua orang gitaris yang diakuinya cukup memberi pengaruh musik.

Namanya berkibar saat Leo membentuk grup bernama “Konser Rakyat Leo Kristi (KRLK) bersama Naniel, Mung, dan penyanyi Tatiek dan Yayuk, dan kemudian berubah-ubah terus formasinya sampai akhirnya Leo sering tampil sendiri. Grup ini lebih banyak menyanyikan lagu-lagu dalam genre folk, country, dan didukung dengan lirik-lirik yang puitis. Album KRLK yang sekarang menjadi barang langka adalah Nyanyian Fajar (1975), Nyanyian Malam (1976), Nyanyian Tanah Merdeka (1977), Nyanyian Cinta (1978), Nyanyian Tambur Jalan (1980), Lintasan Hijau Hitam (1984), Biru Emas Bintang Tani (1985) yang gagal beredar, Deretan Rel Rel Salam Dari Desa (1985, aransemen baru), (Diapenta) Anak Merdeka (1991), Catur Paramita (1993) dan Tembang Lestari (1995, direkam pada CD terbatas). Yang terakhir album Warm, Fresh and Healthy (diluncurkan 17 Desember 2010).

Meski namanya tidak populer di televisi sekarang ini, penggemar Leo Kristi bertebaran di seluruh tanah air dalam komunitas yang disebut LKers – Komunitas Pecinta Musik Konser Rakyat Leo Kristi. (hn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: