Ngudi Rahardjo, Pelukis, Jombang

NgudiLahir di Bojonegoro 24 Agustus 1948, Ngudi Rahardjo telah berpulang ke hadirat Illahi tanggal 3 Mei 2013, baru setahun yang lalu. Semasa hidupnya almarhum dikenal sebagai pelukis realis yang laris manis. Pemandangan sawah dan alam pedesaan, buah-buahan serta burung-burung hingga perahu-perahu di pantai merupakan objek lukisannya yang banyak digemari. Kesuksesannya sebagai pelukis yang laris itulah yang kemudian menjadi idola pelukis-pelukis muda. Jujur saja, mereka sepertinya iri, bagaimana caranya kok karya-karya Ngudi Rahardjo bisa disukai pasar.

Selalu ada saja penggemar lukisannya yang sampai berburu ke rumah Ngudi di desa Randu Watang Kecamatan Kudu, Jombang. Di rumah itulah Ngudi tinggal bersama seorang anak dan isterinya serta seorang anak tiri. Sebelumnya, Ngudi memang tinggal di Surabaya bersama isteri sebelumnya tanpa dikaruniai anak kandung.

Di desa Randu Watang inilah Ngudi rajin melukis, membina anak-anak muda menjadi pelukis, termasuk anak satu-satunya, Ferry, yang digadang-gadang agar dapat mengikuti jejak ayahnya. Sayang dalam perkembangan berikutnya, nampaknya Ferry belum dapat mewujudkan impian ayahnya.

Pada karya-karya Ngudi Rahardjo tampak sekali bahwa dia menggunakan gaya realisme dengan mengutamakan objek dunia alam sekitarnya. Pemilihan sudut pandang yang kreatif serta komposisi objek dipadu warna-warna yang apik, mampu memikat siapapun yang melihatnya. Ngudi sendiri merasa mantap dan pas dengan kekhasannya itu, dengan harapan dapat memberikan makna pada perkembangan senilukis itu sendiri.

Perjalanannya sebagai pelukis dimulai sejak masa kanak-kanak. Selain belajar dari buku-buku, Ngudi juga berguru pada pelukis Sochib dan juga Basuki Abdullah. Kedua pelukis yang juga sudah almarhum itu memang dikenal sebagai pelukis realis yang kuat. Tidak heran kalau kemudian karya-karya Ngudi memang bertumpu pada objek-objek yang realis-naturalis.

Semasa hidupnya, puluhan kali pameran bersama diikutinya di berbagai kota sejak tahun 1973, dan tercatat dua kali pameran tunggal. (hn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: