Semar Suwito, Dokumentator Film Panji

semar 4Jawa Timur punya Budaya Panji, maka Semar Suwito memantapkan dirinya menjadi dokumentator film terkait dengan kekayaan budaya yang sudah menyebar ke berbagai negara itu. Mantan wartawan Liberty ini berkeliling berbagai daerah atas biaya sendiri demi Panji. Dia rekam semua pertunjukan, pertemuan, wawancara dengan narasumber dan pakar maupun langsung datang ke kantong kesenian rakyat yang menjadi basis Cerita Panji.

Menurut Semar, harus ada yang berbuat nyata demi menyelamatkan Budaya Panji yang semakin dilupakan ini. Beruntung belakangan banyak pihak dari berbagai kalangan yang mulai peduli, mereka menjalin jaringan dalam konsorsium Pecinta Panji. Dan Semar, memberikan kontribusinya dalam hal pembuatan stock shot Cerita Panji.

Semar memang punya kepedulian tersendiri dalam hal membuat dokumenter kesenian nyaris punah sebagaimana diproduksi TVRI Pusat 2013, diantaranya; Wayang Songsong Sunan Drajat (Paciran – Lamongan), Panji dalam Tari Topeng Jati Dhuwur (Kesamben – Jombang), Kentrung Dimana Kau (Kentrung Jati Menoek – Jombang), Wayang Potehi (Surabaya – Mojokerto – Gudo Jombang).

Lelaki kelahiran Surabaya 22 Maret 1956 ini memang sudah lama bergumul dengan dunia perfilman. Memulai dengan menulis skenario dan menjadi pengatur laku di televisi Surabaya dan Jakarta, Semar pernah menjadi astrada pada film kolosal Merdeka atau Mati dan Soerabaia’45 mendampingi Gatut Kusumo dan Imam Tantowi. Disamping itu dia juga pernah menulis skenario dan menyutradarai sejumlah film serial Aku Cinta Indonesia (ACI) produksi Pustekom Dikbud RI bekerjasama dengan PPFN Th. 1992-1993.

Dunia penulisan dan perfilman agaknya menyatu dalam diri ayah dua anak ini. Mantan Sekretaris Umum PARFI Jatim ini pernah menjadi kritikus sinetron di Harian sore Surabaya Post dan memegang rubrik seni hiburan di majalah Liberty.
Perjalanan keseniannya dimulai di kampung Kebangsren Surabaya dengan membuat kelompok ludruk anak-anak. Ketika remaja (SMP & SMA) mendirikan kelompok teater “Anggrek” (Hanggar Remaja Kebangsren). Pada tahun 1985 mencoba mengikuti Lomba Drama 5 Kota dan memperoleh juara III dengan naskah sendiri “Prasasti Nyai Roro Kidul”. Di bawah pengawasan Edy Hariono, asisten dan pendamping WS Rendra, Semar ikut menangani teater anak-anak di Bengkel Teater Yogya. Tahun 1987 berhasil menjadi Juara 1 pada Lomba Drama Lima Kota membawakah naskah karya Fredy Kastamarta judul “Seh Siti Jenar”

Selain itu Semar juga banyak mementaskan naskah sendiri atau menyadur naskah, menyelenggarakan Pekan Film anak-anak di LIA (Lembaga Indonesia Amerika), Pekan Film India non komersial dengan warga India di Surabaya, Pekan Film non Amerika di Konsulat budaya Uni Sovyet juga atas nama institusi Parfi Jatim, menyelengarakan workshop seni peran film dan menjadi instruktur penulisan skenario film di PLAV ITS – Dikbud RI.
Belakangan, Semar tercatat menjadi Advisor Program Siaran – Seni Islami di Persada TV milik Ponpes Sunan Drajat Paciran Lamongan. (hn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: