Sunarwi, Seniman Tradisi Sumenep

Sunarwi 3Sunarwi adalah pemain dan pengajar musik tradisi yang terkemuka. Sebagai pemusik, dia telah menciptakan lebih dari 170 gendhing Karawitan Madura. Lahir di Sumenep, 1 Desember 1938. Tidak terhitung lagi pementasannya di luar daerah yang diikutinya, termasuk ke Amerika (1990), dan bersama Topeng Dalang ke Jepang (1993).

Dialah yang menciptakan gending-gending kreasi karawitan topeng dalang. Semasa hidupnya, Sunarwi aktif dalam kelompok Topeng Dalang Rukun Perawas dan Organisasi Karawitan Cahya Timur.

Perjalanan keseniannya berawal sejak anak-anak hingga ia menjadi guru di Sekolah Dasar. Di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah ia selalu menyempatkan waktu untuk mentransformasikan kemampuannya di bidang karawitan tradisi Sumenep kepada anak didik maupun melalui komunitas karawitan di kampung-kampung.

Beberapa upaya yang telah ia lakukan antara lain membuat gerongan gending Ra-Ra-Ri, Gending Tallang, Gending Gunung Mantok, Gending Kasmaran. Dari upaya yang dilakukan mampu mengedepankan karawitan Madura sehingga lebih dapat menyentuh penikmat.

Dari perjalanan berkeseniannya Sunarwi menjadi salah satu narasumber yang mempunyai pandangan kedepan terhadap pelestarian dan pengembangan karawitan tradisi Sumenep. Atas kepiawaiannya itulah dia juga pernah direkrut sebagai pengajar Karawitan Sumenep di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya.

Dalam perjalanan keseniannya, Sunarwi sempat memperkuat Tim Kesenian Indonesia di Amerika Serikat sehingga dia memperoleh Piagam Penghargaan dari Mendikbud sebagai “ Seniman ”, dalam rangka menyukseskan “ Pameran Kebudayaan Indonesia di Amerika Serikat ( KIAS ) 1990-1991”. Disamping itu, juga menerima penghargaan dari AS yaitu Sertifikat dari “ Smithsonian Institusion office of folklife Program, in official recognition of participation in the 25th Annual Festival of American Folklife, on the National Mall in Washington, D.C, and appreciation of exceptional contributions to the increase and diffusion of knowledge about the culture and traditions which enrich our nation and the world “

Semasa hidupnya, Sunarwi tinggal di Jl. Raya Gapura 117.A, Paberrasan, Sumenep. Hari Sabtu, 16 Juli 2005 Sunarwi pergi untuk selama-lamanya. Sunarwi meninggalkan isteri bernama Misnatun dan satu putra, laki-laki, Adi Sucipto yang bekerja bidang wiraswasta, dan memberikan dua cucu. (tri, hn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: