Tjahjono Widijanto

TjahyonoDi kalangan pergaulan seniman, namanya bersanding dengan saudara kembarnya, Tjahjono Widarmanto. Keduanya adalah penyair, penulis esai, penggerak aktivitas seni budaya dan juga sama-sama menjadi guru. Lahir di Ngawi, 18 April 1969, Tjahjono Widijanto menyelesaikan sarjananya di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Malang tahun 1992 kemudian menyelesaikan Program Pasca Sarjananya tahun 2006.

Lelai kelahiran Ngawi, 18 April 1969 ini sudah menjai pemenang II Sayembara Pusat Perbukuan nasional (1989). Pada tahun 1996 diundang Dewan Kesenian Jakarta untuk membacakan karya (puisi) pada acara Mimbar Penyair Abad 21 di Taman Ismail Marzuki Jakarta dan dinobatkan sebagai salah satu Penyair Pilihan Jawa Timur versi Bengkel Muda Surabaya. Tahun 2002 dinobatkan sebagai sebagai Pemenang Pertama Lomba Mengulas karya Sastra Tingkat Nasional yang diadakan oleh Majalah Sastra Horison, Depdiknas dan Ford Foundantion. Disusul sebagai Pemenang Kedua Sayembara Kritik Sastra Nasional Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) tahun 2005. Pemenang II Sayembara Pusat Perbukaan Nasional (2008), Pemenang II Sayembara Esai Sastra Korea (Korean Literature Translation dan UI), Pemenang Unggulan Sayembara Telaah Sastra Nasional Dewan Kesenian Jakarta (2009), dan pada tahun 2011 mendapatkan Penghargaan Sastra dari Badan Pusat Bahasa.

Salah satu cerita pendeknya berjudul “Coro” menjadi salah satu nominasi LMCP (Lomba Menulis Cerita Pendek) 2003, yang diadakan oleh Horison dan Depdiknas. Pada tahun 2004 untuk kedua kalinya diundang Dewan Kesenian Jakarta untuk membacakan karya di Taman Ismail Marzuki (TIM) dalam acara Cakrawala Sastra Indonesia 2005. Tahun yang sama, kembali diundang Dewan Kesenian Jakarta untuk mengikuti Simposium Kritik Seni sekaligus menerima penghargaan sebagai Pemenang Kedua Sayembara Kritik Sastra Nasional yang diadakan DKJ.

Lelaki yang betah tinggal di Ngawi ini tetap rajin menerbitkan buku dan menulis puisi, esei, dan cerpen di berbagai Jurnal, Majalah dan Koran dalam dan luar negeri serta memprakarsai beberapa majalah kebudayaan. Aktif berteater bersama teater Ideot Malang (1987-1994), Studi Lingkar Sastra Tanah Kapur Ngawi, serta menjadi pendiri dan ketua kelompok teater Zat Ngawi.

Diantara buku-bukunya adalah, Puisi Tak Pernah Pergi (Kompas, 2003), Angkatan 2000 Dalam Sastra Indonesia (Grasindo, 2000), Ekstase Jemari (1995), Dunia Tanpa Alamat (DKJT, 2003), dan banyak lagi. Sekarang menetap di Ngawi, Jl Hasanudin Gg Cimanuk 1 A Ngawi, HP. 08155615593, 082143785362, alamat Email: tjahwid@yahoo.co.id. (hn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: