Gelar Musik Lesung dan Legenda Rara Kuning

IMG_3591SURABAYA: Musik Lesung yang biasa dimainkan ibu-ibu desa usai menumbuk padi itu sudah langka. Karena itu akan jadi pertunjukan menarik ketika disajikan bersama tarian. Demikian pula kisah perihal Rara Kuning, sebagai bagian dari Cerita Panji, yang disajikan dalam bentuk drama tari.

Dua pertunjukan tersebut merupakan bagian dari Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) ”Kridaning Budaya Bhumi Anjuk Ladang” dari Kabupaten Nganjuk yang dihadirkan di Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Gentengkali 85 Surabaya, mulai Jumat sore hingga Sabtu larut malam (13-14 Pebruari 2015).

Musik Lesung tersebut di atas kali ini ditampilkan bersama tarian yang disebut Tari Grundung. Tarian ini mengisahkan perihal kebersamaan dan gotongroyong saat panen tiba dan keceriaan yang selalu terpancar dalam aktivitas masyarakat yang diekspresikan dalam alunan bunyi lesung.

Sedangkan drama tari Rara Kuning, menceritakan puteri kerajaan Kadiri bernama Galuh Candra Kirana yang sedang sakit gondok atau kuning. Atas petunjuk dari Dewi Kilisuci, Galuh Candra Kirana harus menuju ke Gunung Wilis untuk mencari obat. Godaan dan rintangan selalu menghadang. Rara Kuning, saat ini digunakan oleh Pemkab Nganjuk menjadi nama objek wisata alam. Ada patung Rara Kuning yang menghiasi lokasi tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, DR. Jarianto, M.Si menjelaskan, kabupaten Nganjuk memiliki banyak potensi seni budaya dan pariwisata yang menarik. Karena itu kali ini Pemkab Nganjuk sengaja diundang untuk menunjukkannya dalam acara GSBD. Selain seni pertunjukan, juga disajikan beragam kuliner khas Nganjuk dan potensi pariwisata serta produk unggulan.

Tari Mongdhe misalnya, tarian ini punya sejarah panjang karena ada hubungannya dengan peperangan Pangeran Diponegoro. Lebih jauh ke belakang lagi, Nganjuk juga dikenal memiliki sejarah yang heroik karena asal mula daerah ini merupakan daerah perdikan, sebagai hadiah atas perlawanan yang dilakukan masyarakat bersama Mpu Sindok melawan pasukan Sriwijaya. Kisah kepahlawanan masyarakat Nganjuk ini diekspresikan dalam bentuk Tari Sima Swatantra Anjuk Ladang.

Sebagai daerah yang termasuk dalam wilayah sub-etnis Mataraman, Nganjuk juga memiliki kesenian Jaranan yang khas, yaitu bernama Jaranan Senterewe. Setelah Sabtu pagi diisi dengan lomba menggambar family dan anak usia PAUD, SD dan TK, maka sajian GSBD dari Nganjuk ini dipungkasi dengan Pergelaran Langen Tayub hingga larut. (*)

Info: Taman Budaya Jawa Timur, telp: 031 5342128

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: