Misteri Gunung Emas di Banyuwangi

Bukit Tumpang PituSURABAYA: Sebuah gunung (bukit) bernama “Tumpang Pitu” di Kecamatan Pesanggaran kabupaten Banyuwangi dipercaya menyimpan harta karun berupa emas. Hal ini bukan sebuah mitos belaka karena memang realitanya banyak aktivitas penambangan emas di sana. Tetapi bersamaan dengan itu, banyak pula cerita misteri terkait gunung emas tersebut. Bagaimana ketika misteri ini dihadirkan dalam sebuah pertunjukan?

Itulah yang akan terjadi di Taman Budaya Jawa Timur (TBJT), Jl. Gentengkali 85 Surabaya, Jum’at (17/4) malam dalam bentuk sendratari “Legenda Tumpang Pitu”. Acara ini merupakan rangkaian Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) Kabupaten Banyuwangi yang berlangsung hingga Sabtu malam (18/4) dengan tema ”Banyuwangi Sunrise Of Java ”.

Dalam pertunjukan itu dikisahkan, bahwa Gunung Tumpang Pitu dihuni para lelembut, jalmo moro – jalmo mati. Tetapi seorang Syekh Subakir tertarik memasuki kawasan hutan Gunung Tumpang Pitu. Terjadilah perkelahian sengit antara Syech Subakir dengan Raja Jin Kalangan. Raja Jin mengaku kalah dan berjanji tidak akan mengusik dan mengganggu lagi manusia yang mengadakan kegiatan di wilayah gunung tersebut. Syaratnya harus menanam tumbal berupa emas lantakan. Maka kawanan jin berupaya mencari emas lantakan dan menanam di sekeliling Gunung Tumpang Pitu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur, Dr. Jarianto, M.Si, menjelaskan, bahwa GSBD ini merupakan acara rutin yang diselenggarakan di TBJT dengan pengisi daerah-daerah di Jatim secara bergantian. Sajian dari Banyuwangi ini sangat menarik karena kota paling timur pulau Jawa itu memiliki banyak sekali potensi seni budaya dan pariwisata.

Peninjauan Stan Pameran yang dilakukan Jum’at sore misalnya, diarak dengan musik Patrol yang juga merupakan salah satu potensi seni Banyuwangi. Dan sebagai tarian selamat datang, disajikan “Bedaya Nyungsung Dayoh” sebagaimana tari Remo di Surabaya dan sekitarnya. Lalu ada “Tari Bedewang” yang mengisahkan perjuangan para santriwati Bedewang membela bangsa dan negara dari penjajah. Dan jangan lupa, bahwa Banyuwangi juga merupakan habitat suku Osing yang akan disajikan lewat lagu daerah “Isun Lare Osing”.

Hari Sabtu pagi, acara dimeriahkan oleh Lomba Kolase Family untuk Anak Usia PAUD dan Taman Kanak – Kanak, siang harinya, pukul 12.00 – 15.00 disajikan pergelaran Jaranan Buto, dan sebagai pertunjukan pamungkas adalah pergelaran Janger dengan Lakon “Dewi Sekartaji”. Pertunjukan ini pasti menarik karena selama ini Cerita Panji selalu identik dengan daerah Kediri yang sudah mengklaim sebagai Bumi Panji dan Kota Panji. Bagaimana kisah Dewi Sekartaji yang merupakan Cerita Panji ini dilakonkan dalam Janger? Jangan lewatkan acara ini. (hn)

Info: Taman Budaya Jawa Timur, telp: 031 534 2128

sumber foto: http://beritadefacto.blogspot.com/2013_09_01_archive.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: