Cerita Panji dari Bumi Jenggala

pringgo-ketika-latihan-1SURABAYA: Seni pertunjukan berjudul Tumuruning Candra Dewi, disajikan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo di Taman Budaya Jawa Timur (TBJT), Jl. Gentengkali 85 Surabaya, Jum’at malam (18/9) dalam Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) dengan tema Gumebyaring Bumi Jenggala Sidoarjo. Pertunjukan ini membawakan Cerita Panji, yang mengisahkan penyatuan Kerajaan Jenggala dan Kediri, melalui Raden Panji Asmarabangun dan Dewi Sekartaji.

Dikisahkan, Raden Panji Asmarabangun alias Inu Kertapati sejak kecil sudah dijodohkan dengan Dewi Sekartaji. Namun dalam perjalanan ternyata Raden Panji jatuh cinta kepada Dewi Anggraeni. Lantaran dianggap sebagai penghalang, Anggraeni pun dibunuh oleh orangtua Raden Panji. Hal ini malah mengakibatkan Raden Panji seperti orang gila, berkelana kemana-mana sambil membawa jasad Anggraeni. Setelah melewati perjalanan berliku maka akhirnya Raden Panji berhasil menyatu dengan Dewi Sekartaji. Meski Anggraeni sudah tiada, namun melalui sinar purnama, jiwanya ikut menyatu dalam pasangan kekasih itu sehingga nama Dewi Sekartaji diubah menjadi Dewi Candrakirana.

Pertunjukan ini dibawakan oleh Sanggar Pandawa Laras pimpinan Pringgo Jati Rahmanu (20 tahun), yang juga dalang wayang kulit. Pringgo yang sudah berprestasi sejak menjadi dalang bocah itu, juga akan mendalang di tempat yang sama, Sabtu (19/9) dengan lakon Wisanggeni Kromo.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, DR. H. Jarianto, M.Si, menyatakan bahwa meski GSBD ini merupakan acara rutin bagi Taman Budaya Jatim, namun merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk mengenalkan potensi seni budaya dan pariwisata daerah. Kali ini kesenian bertema Cerita Panji dibawakan oleh Pemkab Sidoarjo yang baru kali pertama tampil di GSBD. Selama ini, Cerita Panji selalu diklaim milik Kediri, dimana Kota Kediri menyebut Kota Panji sedangkan Kabupaten Kediri menyebut Bumi Panji. Padahal, Cerita Panji adalah kisah penyatuan dua kerajaan, Jenggala dan Kediri. Karena itu, sudah sepantasnya Kab. Sidoarjo yang identik dengan Jenggala juga menampilkan Cerita Panji.

Dalam GSBD kali ini, Kabupaten Sidoarjo juga akan menampilkan Tari Banjar Kemuning yang dikoreografi oleh Budi Afan, juga lagu daerah ciptaan Subiyantoro, yang pernah terpilih lagu terbaik dalam festival Lagu Daerah Jatim.

Hari kedua, Sabtu, acara dimulai sejak pagi, dengan Lomba Menghias Layang – Layang untuk keluarga, siang harinya, pukul 12.00 – 15.00 WIB digelar Reyog Ponorogo. Acara GSBD kali ini dipungkasi dengan pergelaran Wayang Kulit padat Jawa Timuran. Sementara selama dua hari juga digelar pameran produk unggulan, potensi seni budaya dan pariwisata serta bazar kuliner. Disediakan banyak doorprize selama dua hari untuk acara gratisan dan terbuka untuk umum ini. (hn)

Informasi: Taman Budaya Jawa Timur, telp: 031 534 2128.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: