Perjalanan Spiritual Wahyu Nugroho

IMG_0296
“Berkesenian adalah salah satu bagian dari perjalanan spiritual,” ujar Wahyu Nugroho, salah satu penerima Penghargaan Gubernur Jawa Timur 2015. Melukis baginya adalah sebuah proses meditasi. Ia merupakan proses pengembaraan intuisi untuk menangkap dan menerjemahkan gerak hidup dari naluri kehidupan ke dalam bahasa visual. Bahasa visual yang dia gunakan berpijak pada gagasan yang disebutnya Plural Painting. Artinya, untuk untuk menampilkan idiom-idiom agar relatif dapat mencapai ketepatan dengan apa yang telah tertangkap oleh intuisi, maka dipergunakan idiom-idiom yang bersifat: Multi-etnis, multi-teknik, atau multi-style.

Berdiam di wilayah yang jauh dari pusat kota, tidak menjadikan Wahyu Nugroho asyik menyepi sendiri dan hanya berkutat di studio lukisnya. Berbagai kegiatan seni rupa di Pasuruan, tidak lepas dari gagasan dan kerja keras lelaki yang juga aktif menjadi guru seni rupa ini. Tahun 2008, Wahyu mendirikan Komunitas Guru Seni dan Perupa Pasuruan (KGSP) yang aktivitasnya juga meliputi seni rupa, teater, sastra dan musik. Sejumlah pameran lukisan sudah diselenggarakan atas nama KGSP, termasuk juga festival teater tingkat SMP dan SMA se-kab/kota Pasuruan, lomba cipta baca puisi untuk katagori dan wilayah yang sama, dan juga kegiatan berupa workshop.

Aktivitas pamerannya bermula pada tahun 1984, sebagai penanda berdirinya Sanggar Mahardika Art, disusul pameran hampir setiap tahun. Beberapa pameran yang menarik misalnya, Pameran Lukisan Kontemporer di Pekan Wayang Indonesia VI di Jakarta (1993, 1999), Pameran Seni Rupa Modern Nusantara di Galeri Nasional Indonesia (2001), Pameran Lukisan Holopis Kuntul Baris di Surabaya dan Bandung (2002, 2005), Pameran Lukisan Festival Seni Surabaya (2003), Pameran PraBiennale, Bali (2005), Festival Seni Internasional di Yogyakarta (2008), Biennale Jatim (2011), dan lain-lain.
884393_10200843147019779_824133438_o
Wahyu bukan hanya terlibat sebagai peserta pameran, melainkan menjadi motor utama yang menggerakkan pameran besar sehingga memiliki makna tersendiri. Pameran Lukisan “Gandheng Renteng” misalnya, menyajikan potensi seluruh perupa Pasuruan yang digelar di gedung Yon Zipur 10 dan Perpustakaan Kota Malang (tahun 2010) yang diulang lagi tahun 2013.
Dengan bendera KGSP ternyata mendapat apresiasi tersendiri dari Galeri Nasional Indonesia dengan mengadakan pameran nominator dan pemenang lomba drawing tingkat nasional bertajuk “Panorama Indonesia” (2013) di Gedung Yon Zipur. Dalam acara ini juga diselenggarakan workshop drawing untuk guru dan siswa dengan tutor Tony Malakian dan Wahyu Nugroho sendiri.

Satu aktivitas Wahyu yang menarik, di kalangan seniman dia juga dikenal sebagai Raja Parikan. Melalui media Facebook dia menggelar kompetisi parikan, dilanjutkan dengan jumpa darat dan sebagian kumpulan parikan itu sudah diterbitkan dalam bentuk buku oleh Balai Bahasa Jawa Timur. (hnr)

Nama Lengkap : Drs. Wahyu Nugroho
Lahir : Pasuruan, 29 April 1967
Pendidikan : Sarjana Pendidikan Seni Rupa
Pekerjaan : Perupa dan Guru
Alamat Rumah : Jl. Niaga I No 119 Purwosari, Kab. Pasuruan
Telepon : 0812 3320 544
Email : wahyustudio@yahoo.com
Webblog : wahyustudio.blogspot.com
Aktivitas :
– Pendiri dan ketua umum Komunitas Guru Seni dan Perupa Pasuruan (KGSP)
– Ketua Bidang Litbang Dewan Kesenian Kabupaten Pasuruan
– Pendiri Sanggar Mahardika Art
– Pendiri Lembaga Pengembangan Seni Pernafasan dan Meditasi “Mintorogo”
Penghargaan :
– 1988: Lomba Penulisan Ilmiah Populer tentang seni rupa dari IKIP Malang
– 1989: Penghargaan Lomba Lukis dari Dewan Kesenian Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: