Dedikasi Djati Kusumo Tak Pernah Surut

0011
Pernah dikenal sebagai pelawak dan anggota DPR RI, sesungguhnya Djati Kusumo adalah seorang budayawan yang memiliki dedikasi luar biasa. Ketika itu, Djati masih menjadi PNS di Kantor Departemen Penerangan Kota Malang (1973-1987). Toh posisi nyaman sebagai PNS itu ditinggalkannya karena gerah dengan iklim monoloyalitas pegawai negeri yang harus menjadi anggota Golkar. Padahal, Djati sempat terpilih dalam 10 besar Karyawan Prestasi Nasional di lingkungan kerjanya. Alasannya adalah “… Orba kakinya tiga (Golkar-PDI-PPP), patah satu pasti tumbang.”

Djati ini lantas meniti jalur politik di Partai Demokrasi Indonesia (PDI) hingga kemudian mengantarnya menduduki kursi DPR RI di Jakarta. Tapi karena dasarnya memang budayawan, dimanapun berada dalang wayang purwo ini tetap tak bisa melepaskan kecintaan dan kepeduliannya terhadap seni budaya.

Pada peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Jawa Timur 2015 Senin lalu (12/10), Gubernur Jawa Timur memberikan penghargaan kepada Djati Kusumo bersama dengan 14 seniman budayawan lainnya dan tiga lembaga peduli seni budaya.
Tahun 1995 Djati mendirikan ‘Forum Perjuangan 1 Juni 1945’ sebagai lembaga formal untuk menghimpun kekuatan kaum Nasionalis Pro Bung Karno yang mempunyai target utama menguasai lembaga MPR dan DPR untuk menggulingkan rezim Orba.
07 - Djatikusumo 3
Setahun berikutnya, bersama mendiang Paduka Pakubuwono XII, Gus Dur, Romo Magnis Suseno, Syafii Maarif, Bante Dammasubo, Kanjeng Sri Eko membentuk Gerakan Budaya ‘Rekonsiliasi Nasional’ yang mengkritisi pemerintahan Orba.
Grebek Raja Raja Nusantara 2008 di Bumi Majapahit Trowulan yang dimotorinya adalah pertama kali diselenggarakan sejak Indonesia Merdeka, yang kemudian akhirnya menjadi agenda nasional hingga sekarang dengan tempat berpindah-pindah. Perhatian Djati bukan hanya budaya Jawa, namun merambah pulau-pulau lain di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi untuk kembali mengangkat budaya luhur bangsa yang semakin dilupakan generasi sekarang. Tak heran sejumlah gelar kehormatan diberikan padanya oleh para tetua adat di berbagai daerah.

Dari kesemua sepak terjang dan heroisme perjuangan serta tumpukan gelar yang dimilikinya, beliau masih sangat sederhana dalam kesehariannya berbaju camping, berwarna ajeg selalu merendahkan diri dan tidak segan segannya duduk sila di trotoar bersama dengan penjaja rombeng yang kelihatan ramah dan akrab padanya. Dedikasinya pada ruang seni, budaya dan kebangsaan diwujudkan melalui sebuah tempat diskusi dan berkegiatan yaitu Padepokan Jati Kusumo, Biru, Sumbernagan, Desa Gunungrejo, Malang.

Dan kini nampaknya jejak kecintaannya terhadap seni budaya diteruskan puterinya, Dyah Ayu Mayangsari, yang menjabat ketua umum Dewan Kesenian Malang (DKM). – hnr

Nama : Djathi Kusumo.
Lahir : Blitar, 5 Agustus 1945.
Alamat rumah : Jl.Citandui 14 Malang 65122.
Pendidikan : Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya dan Fakultas Sosial Politik Waskita Darma
Nama anak : Dyah Mayangsari, Bambang Wijanarko, Dyah Ayurini, Dyah Erawati.
Jabatan :
– Anggota DPR/MPR RI Perwakilan Jatim 1992-1997
– Calon anggota DPR/MPR RI terpilih dari perwakilan Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan tahun 1999-2004.
– Himpunan Suaka Adat untuk memperjuangkan cita-cita terwujudnya Negara Pancasila yang bermartabat dan berbudaya.
– Koordinator Perhimpunan Adat Praba Jagad Jawa ( Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Timur ) tahun 2008 sampai sekarang.
– Anggota Dewan Pakar Cendekiawan Marhaenis Pusat di Jakarta
Penghargaan :
– Gelar ‘Datuk Sri Baginda Rajo’ dari Sumatra Selatan.
– Diangkat menjadi keluarga Kehormatan Raja di Sulawesi Selatan.
– Gelar ‘Praba Raja Jagat Jawa’ dan ‘Kanjeng Pangeran Kusumo Yudo’ dari Pakubuwono XII
– Gelar ‘Sri Baginda Wulawarman Jati Narindra’ atas jasanya menghapus image legenda bahwa Jawa dan Sunda tidak bisa disatukan karena perang Bubat.
Kontak : 0812 4944 9494

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: