Kreativitas Membuncah Eko Hardoyo

IMG_0327
Meski secara formal sebagai PNS Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban, Eko Hardoyo aktif berkarya sebagai seniman dan menjadi motor aktivitas berkesenian di Tuban. Kalangan seniman mengenalnya dengan nama Eko Kasmo, seorang musisi yang super aktif dalam berbagai kegiatan. Bukan hanya lantaran posisinya di institusi pariwisata maka Eko Kasmo sering mewakili kabupaten Tuban dalam banyak festival, dan nyatanya sering meraih juara. Maka tak salah kali ini mendapatkan penghargaan Gubernur Jatim yang diberikan di gedung Grahadi Senin lalu (12/10).

Maka diluar kedinasannya, tahun 2005 Eko mendirikan Komunitas Seni SOH (tali sapu – bahasa Jawa) di Desa Sukorejo, Kecamatan Parengan, Tuban. Kelompok musik ini merupakan gabungan dari berbagai aliran yang digawangi 13 pemain ini menyajikan beragam etnik asli Indonesia yang digabungkan dengan beberapa elemen musik mancanegara sehingga muncullah komposisi musik baru sehingga tercipta citarasa musik yang khas.

Eko Kasmo tidak menyebut aliran musiknya ini kontemporer, karena musik yang dia bawakan di luar mindstream musik yang ada seperti dangdut, pop, jazz maupun musik rock. Selain menampilkan sisi estetika, juga karya-karya yang dibawakan komunitas ini membawa pesan sosial yang disampaikan kepada pendengar maupun penontonnya. Contohnya adalah sebuah karya yang berjudul Nyanyian Musim, dimana karya ini tercipta karena keresahan yang dirasakan petani saat pupuk menghilang dari peredaran. Kemudian santer terdengar kabar bahwa pupuk itu sengaja ditimbun oleh para tengkulak.

Kreativitasnya sedemikian membuncah melalui berbagai penciptaan. Eko Kasmo adalah musisi yang berhasil mengeksplorasi sebuah kendi yang disulap menjadi alat musik perkusi. Bunyi yang dikeluarkan berasal dari kendi yang dipukul menggunakan telapak tangan. Musik yang dikeluarkan dari kendi tersebut oleh Eko dinamakan “Musik SOH”.DSC_0309

Untuk meluaskan ruang geraknya selain musik, Eko juga mendirikan Sanggar Ngripta Laras, yang memedulikan kesenian tradisi Tuban seperti Sandur dan Kentrung. Khusus kentrung, Tuban sudah kehilangan maestronya yaitu Mbah Surati. Sementara Sandur masih bertahan, meski tidak sebanyak dulu. Berkolaborasi dengan Van Royen, seniman muda asal Widang, Sandur kemudian dikemas sedemikian rupa sehingga tampil lebih disukai masyarakat umum, khususnya anak-anak muda.

Ketika dibawakan grup Sri Sadana, pertunjukan seni budaya warisan leluhur yang sarat nilai supranatural dengan berbagai mantera itu terasa enak ditonton. Apalagi syair-syair pun didendangkan dengan iringan gamelan terasa “menyihir” penonton. Sandur yang sebelumnya ditampilkan tengah malam hingga dini hari dan menghindari sorot lampu listrik serta lebih menonjolkan atraksi akrobatik dan dialog di luar sadar itu, telah dikemas lebih manusiawi dengan cerita lebih variatif dan kekinian. (hnr)

Nama : Eko Hardoyo (Eko Kasmo)
Tempat Tgl Lahir : Tuban, 11 Maret 1968
Pendidikan : STSI Surakarta jurusan Karawitan (lulus 1996)
Alamat ; Ds. Sukorejo RT03/RW01, Kecamatan Parengan, Tuban
Pekerjaan : Staf Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban
Telepon : 085645813661
Karya-karya Musik (antara lain):

1. Kutha Tuban
2. Bandaran Boom
3. Kali Kening
4. Iringan Dramatari Ronggolawe Winisudha
5. Iringan Teater judul “Janggrung’ dalam acara KIM di Jember
6. Iringan Teater Krucil judul “ Pelangi Itu Indah” dalam acara KIM di Lamongan
7. Umprik
8. Lo La Le
9. Krakal Anyar
10. Eling-O
11. Purnama Diatas Boom
12. Meranggas
13. Bara Raba
14. Sampur Suwir
15. 1012 Kelabu
16. Getno
17. Nyanyian Pantai
18. Ndarung
19. Kembang Ketupuk

Penghargaan yang pernah diraih:
1. Penata musik terbaik dalam Festival karawitan se-Kabupaten Tuban tahun 2001 yang diselenggarakan oleh IKIP PGRI Tuban (Sekarang UNIROW)
2. Penata musik terbaik Festival Campursari se-Kabupaten Tuban tahun 2002
3. 10 Penyaji unggulan Festival Pendalangan se-Jatim tahun 2003 yang diselenggarakan Dinas P dan K Jatim bertempat di Sidoarjo
4. Peringatan ke-2 temu komponis muda se-Jatim, kemudian disajikan dalam Surabaya Full Musik (2005)
5. 5 (lima) penggarap naskah unggulan dalam Festival Upacara Adat di Bojonegoro (2006)
6. Penata musik terbaik Festival Musik Enerjoss se-Kabupaten Tuban dan Bojonegoro (2006)
7. 2 (dua) penata musik unggulan, 2 (dua) pencipta lagu unggulan dalam acara Festival Lagu Pop Daerah se-Jatim tahun 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: