Teguh Santosa (alm), Komikus Jatim Tiada Tanding

088
Bagi mereka yang pernah mengalami masa kejayaan komik, pasti kenal dengan nama Teguh Santosa. Karyanya yang monumental adalah komik roman sejarah yaitu Sandhora, terdiri dari 9 jilid setebal 540 halaman dan telah dicetak ulang sampai 3 kali. Teguh Santosa menggambar komik Sandhora dengan setting serampung perang Diponegoro (1825-1830).

Pada masa itu, komik menjadi bacaan yang sarat muatan dan populer, hingga sebagian diantaranya diangkat ke layar lebar, seperti Si Buta dari Gua Hantu, Panji Tengkorak dan sebagainya. Tetai komik juga bukan sekadar bacaan ringan yang menghibur. Demikian juga bagi Teguh, yang tumbuh dalam lingkungan Ketoprak Kridosworo milik keluarganya. Di situlah pemahamannya tentang sejarah sangat melekat. Pasangan suami istri Soemarmo Adji dan Lasiyem adalah pemilik ketoprak yang mulai muncul pada masa penjajahan ini. Dari pasangan inilah lahir seorang anak laki-laki bernama Teguh Santosa.

Sebagai cergamis papan atas, Teguh termasuk deretan cergamis laris. Pernah dalam satu kurun waktu, ia menggarap beberapa judul cergam permintaan beberapa penerbit sekaligus. Antara lain Pancar Kumala, Sastra Kumala, Maranatha. Begitu larisnya, dari hasil ngomik, semua kebutuhan keluarga tercukupi. Rumah orangtua yang semula reot berdinding anyaman bambu, sanggup ia bangun menjadi rumah berdinding tembok yang bagus.

Sebagai komikus, Teguh masuk jajaran papan atas komikus Indonesia dengan produktivitas di atas rata-rata. Begitu banyak karyanya yang menjadi acuan komikus lebih muda. Ia termasuk komikus laris. Selain rajin membuat komik dalam format buku, karyanya juga tertera di berbagai majalah semisal Majalah Hai, Ananda, dan majalah berbahasa Jawa, Jayabaya.

Catatan karya Teguh yang berhasil dihimpun, sebanyak 85 judul komik dan 8 novel silat. Sedangkan komik strip dimuat Surabaya Post: Betara Ripalah (1988), Jaya Baya (1990): Nasrudin Tajibra (Sang Garuda), Suara Merdeka (1989): Nagasasra Sabuk Inten dan Pelangi di Langit Singhasari, Suara Pembaruan ( 1988 ): Pendekar Pilihan Dewa, Suara Karya (1987) Banjaran Gatot Kaca, Jawa Pos (2000): Sandhora. Tahun 1995 Teguh Santosa bergabung dengan Marvel Comic Canada menggarap serial komik Conan The Barbarian, Alibaba, Inkers komik The Avengers, dan Spiderman.

Pengalamannya yang amat luas di bidang seni, membuat Teguh tak hanya menghasilkan cergam yang akan terus dikenang. Ia juga menulis bebagai artikel dan kritik film, serta menulis skenario untuk sinetron dan ludruk. Bahkan, tahun 1995 ia sempat menyutradarai ludruk sayembara Harta Karun Nyi Blorong yang ditayangkan di TVRI Surabaya. Menariknya, pengambilan gambar ludruk ini dilakukan secara out door dengan mengambil lokasi di beberapa tempat di Jawa Timur.

Teguh terus berkarya hingga kanker menyerang tangannya. Akhir perjalanan hidup Teguh ibarat sebuah lakon tragedi. Ia berkarya dengan tangannya, namun tangan yang jadi tumpuan hidupnya, kena penyakit kanker ganas. Dalam catatan Galang Press, sebelum mengembuskan napas terakhir pada 25 Oktober 2000, Teguh masih berusaha menyelesaikan karya cergam di sebuah harian yang tinggal beberapa episode lagi. Kini, Teguh, sang maestro dari Timur, berbaring tenang di dekat pusara sang ibunda di lereng pegunungan Tengger, Desa Nongkojajar, Jawa Timur.

Maka Penghargaan Gubernur Jatim pada saat peringatan HUT Provinsi Jatim yang baru lalu (12/10) diterima oleh salah satu putera almarhum, Dhany Valiandra. (hnr)

Nama : Teguh Santosa
Lahir : Gondanglegi, Malang, 1 Februari 1942, Meninggal dunia tahun 2000
Isteri : Sutjiati
Anak : Tea Terina Onwardhini (L 1965), Dhany Valiandra (L 1967), Aprodita Anggraeni (L 1969), Dhodi Syailendra (L 1977).
Karya : Sandhora, Dewi Air Mata, Kuil Loncatan Setan, Tambusa, dll
Alamat keluarga : Jl. Anjasmoro 10 RT 7 RW 2 Kepanjen, Malang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: