Akhmad Darus, Bukan Sekadar Dalang

IMG_0331
Akhmad Darus adalah seniman tradisi yang berdedikasi pada dunianya. Dikenal sebagai seniman Topeng Dalang yang spesialis menata musik dan menjadi dalangnya. Itu sebabnya Darus banyak menoreh prestasi dalam festival musik, atau sebagai penata musik terbaik dalam festival seni pertunjukan tingkat provinsi atau nasional. Begitu pula dalam berbagai pelatihan dan lokakarya, Darus sering diundang menjadi narasumber musik tradisi.

Senin pekan lalu (12/10), Ahmad Darus menerima penghargaan dari Gubernur Jatim bersama dengan 14 seniman budayawan lainnya dan tiga lembaga Peduli Seni Budaya.

Topeng Dalang adalah seni pertunjukan mirip Wayang Orang namun semua pemainnya mengenakan topeng. Dialog-dialog yang dibawakan oleh pemainnya, semua dibawakan oleh dalang. Nah di sinilah kepiawaian Darus sebagai dalang dalam pertunjukan ini. Dan sebagai dalang dalam pertunjukan Topeng Dalang, Darus sempat mengecap pengalaman menjadi utusan Indonesia untuk pagelaran Topeng Dalang pada 9 kota di Jepang.

Darus memang bukan sekadar dalang biasa. Dia juga melakukan terobosan untuk revitalisasi seni tradisi agar tidak dijauhi generasi muda dan akhirnya menjadi punah. Sebagai dalang dia mampu membaca selera penonton dan mampu menghadirkan joke-joke segar serta penyampaian isyu-isyu terbaru yang sedang berkembang di masyarakat. Di kalangan seniman Topeng Dalang, Darus dikenal sebagai seniman pembaharu yang kreatif, inovatif, dan serba bisa. Dia mulai membawakan perannya sebagai wayang (penari), biasanya tokoh Semar. Juga sering melakukan pembaharuan (kreasi baru) dalam garap karawitan gaya Sumenep, hingga menjadi dalang serba bisa yang mampu membangun pertunjukan hingga menjadi komunikatif.

Sekitar tahun 2006 Darus berkolaborasi dengan Agus Suharjoko, seniman muda alumnus jurusan teater ISI Yogyakarta untuk mengemas Topeng Dalang menjadi pertunjukan baru. Digabung dengan seni tradisi lisan Mamaca maka jadilah pertunjukan yang disebut Alalabang (makna harafiahnya: dari pintu ke pintu. Labang = Lawang = Pintu). Kesenian ini kemudian dibawa ke festival seni tradisi lisan di Yogyakarta (2006), setelah sebelumnya dinyatakan sebagai salah satu pertunjukan terbaik dalam festival seni pertunjukan tingkat Jatim di Malang. Pada tahun yang sama, Alalabang juga dikirim ke Jakarta mewakili Jawa Timur dalam Festival Seni Tradisi Lisan.

Sebagai pencipta musik dan tari, Darus menelorkan karya yaitu: Tari Theng therek, Tari Rateb, Tari Ronjangan Pateh, Tari Cettheng kene’ dan Tari Gambuh Pamungkas yang menjadi bahan ajar di Universitas Negeri Surabaya. Sedangkan yang berupa Karya Musik dan Tembang adalah: Adhon Jandhon, Majanga, Apangrasa, Senga’ Buddu, Atong Rontong dan Peng Pelo’. (hnr)

Nama : Akhmad Darus
Tempat/Tgl lahir : Sumenep, 18 Desember 1956
Pekerjaan : PNS (Penilik Luar Sekolah Kecamatan Rubaru)
Pendidikan : D2 STKW Surabaya
Profesi : Seniman – Budayawan
Isteri : Sahriyati
Anak : Dwi Yanti Yusafitria, Sinta Rustria
Alamat : Jl. Raya Rubaru Ds. Banasare Rt/Rw 07/01 Kec. Rubaru Kab. Sumenep
No. HP : 081935147472
Aktivitas :
(a) Pelaku seni tradisi: Seniman ludruk sejak SD (1965), Pengrawit sejak SMP (1970), Pemain Topeng (1980), Dalang Topeng (1987)
(b) Pembina Kesenian Kab. Sumenep: Seni Musik, Seni Tari, Pembina sanggar Theng Tinkerbel
Prestasi :
– Penata musik terbaik pada Festival tetembangan jenjang SMA DI Surabaya (2009)
– Sutradara terbaik tingkat Nasional Seni Pertunjukan Topeng di Bandung (1996)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: