Asmika, Sang Pengelana Teater

IMG_9205
Asmika adalah seorang pengelana teater. Gubernur Jawa Timur memberikan apresiasi berupa Penghargaan Seniman Budayawan pada upacara peringatan HUT Provinsi Jatim Senin pekan lalu (12/10) bersama dengan 15 seniman budayawan dan tiga lembaga peduli seni budaya.

Ketika negeri ini dilanda kemelut politik menjelang kejatuhan Soekarno, Asmika sedang kuliah di Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) di Jakarta. Aktivitas perkuliahan tidak jelas lagi, dan Asmika lantas disibukkan menjadi figuran beberapa film, mendirikan kelompok Dian Teater (1971), Sandradekta (1973), teater anak kampung Si Gembel (1974), mengikuti workshop teater oleh Julie Taymor, study teater di Yudha Minggu dan juga terlibat dalam organisasi Agora (Artis Gotong Royong).

Hidup sendiri di Jakarta memang bukan perkara mudah. Teater jelas tak bisa membuat perut kenyang. Maka Asmika menjalani pekerjaan mulai tingkat paling bawah sebagai kuli bangunan di Hotel Indonesia, bergeser menjadi petugas sekuriti hingga mengepalainya, hingga hotel pertama di Indonesia itu selesai dibangun tahun 1962. Setelah beberapa lama berkelana dalam dunia teater, Asmika sempat “menghilang” di Timor Timur (1979-1989) dalam proyek pembangunan jalan Binamarga. Bahkan pernah bekerja di galangan kapal di Surabaya.

Dalam perjalanannya, Asmika pernah aktif dan sutradara di Bengkel Aktor, menyutradarai teater SMA Putra Wijaya yang kemudian memenangkan Lomba Drama Lima Kota (1980), dan juga sejumlah pementasan termasuk pentas monolog serta pernah menjadi juara ketiga Lomba Baca Puisi Forum Komunikasi Kader Bangsa di Malang (2001) dan sekian banyak menjadi juri lomba teater.

Bagi lelaki berambut gondrong yang sudah memutih ini, teater adalah jalan penting untuk silaturrahim. Bersama teater, anak-anak muda dapat dibangkitkan semangatnya. Kredo itulah yang dijalani oleh seorang Asmika. Maka jalan teaterlah yang dipilihnya ketika berusaha mendekati anak-anak muda. Tahun 1986 dia mendirikan Teater Kampung di Kedondong Pasar Cilik, mendirikan Teater Akbar Kampung Pucang Anom (2009), melatih anak-anak Teater Gedeg Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), pengajar teater di beberapa sekolah, termasuk menjadi penguji teater di SMKN XII Surabaya.

Asmika adalah pekerja teater yang penyendiri. Dia sadar betul bahwa dirinya tidak tersapa oleh siapapun dan dimanapun. Hidup sendiri tanpa anak dan isteri, Asmika berkelana dari Madiun, Jakarta, Timor Timur, Surabaya dan akhirnya menetap di Sidoarjo bersama adik kandungnya. Ditanya obsesinya dalam berteater, dia mengatakan bahwa hidup ini harus pasrah, mengalir saja, pola hidup tidak usah neka-neka, yang penting bagaimana terus belajar, menyebarkan ilmu ke masyarakat sampai Tuhan menyelesaikan dengan tanyaNYA. (hnr)

Nama Asli : R. Hubertus Arifin Sediyatmika
Nama Populer : Asmika
Lahir : Madiun, 21 Desember 1939
Pendidikan : Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI)
Alamat : Jl. Anggur 10 Sekardangan, Sidoarjo
Pekerjaan : Seniman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: