Banyak Peran Dimainkan Trisnawati

IMG_0306
Salah satu penerima penghargaan Gubernur Jatim 2015 adalah Trisnawati dari Situbondo. Meski di kotanya sendiri tidak banyak dikenal, namun namanya sudah dihapal banyak kalangan sebagai seniwati handal yang serba bisa. Tapi yang mengagumkan adalah, dialah yang menciptakan tari Remong (Remo) dengan gayanya sendiri.

Trisnawati sejak berumur 6 tahun telah terbiasa dengan aktivitas berkesenian. Dikarenakan ayah, ibu dan kakeknya merupakan seniman. Mulai tahun 1923 – 1953 kakek Trisnawati mempunyai ludruk gangsing “Eka Budaya” yang berkembang pesat di wilayah Karesidenan Besuki. Trisnawati lahir dari pasangan Pardi dan Suprapti yang juga sebagai seniman di ludruk gangsing “Eka Budaya” yang keliling dari satu tempat ke tempat lain.

Bibit kesenian di dalam diri Trisnawati semakin berkembang seiring dengan pertambahan umurnya. Banyak peran yang bisa dimainkan oleh Trisnawati. Beberapa diantaranya yaitu sebagai penari Remo Putri-Putra, sinden dan lawak. Konsistensi Trisnawati di bidang kesenian sampai detik ini masih terjaga menjadi suatu bentuk idealisme. Pesan yang selalu disampaikan kepada setiap generasi muda yaitu; dalam melakukan apapun jangan sampai setengah-setengah. Jalani saja dengan tekun, hadapi rintangan pasti akan tercapai setiap cita.

Karya yang terkenal dan kini melekat sebagai identitas yaitu tari Remong Trisnawati Situbondo. Sebenarnya yang menciptakan tari Remong gaya Trisnawati yaitu kakeknya (Sumantri – Ludruk Gangsing “Eka Budaya) yang disempurnakan oleh ibu dari Trisnawati (Suprapti) kemudian terus dikembangkan dan melekat menjadi identitas Trisnawati. Memang diakui sejak pemunculan tari Remong yang dibawakan Trisnawati banyak penggemar yang terpikat dan menjadikan Trisnawati semakin bersinar.
mbak tris copy
Tari Remong Trisnawati Situbondo, banyak diapresiasi oleh lembaga pendidikan seni yang ada di Indonesia. Ambil contoh Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta menjadikan Tari Remong Trisnawati sebagai materi tari yang khusus diajarkan di sana. Sedangkan di ISI Surakarta menjadi materi pilihan untuk tari Remong Trisnawati.

Sejauh ini peran Trisnawati selain untuk pementasan di masyarakat juga ikut memberi kontribusi bagi lembaga formal pendidikan seni, terutama tari dan sinden. Sering mahasiswa Universitas Negeri Malang, STKW, ISI Surakarta, Universitas Abdurachaman Saleh Situbondo, dan sekolah (SD, SMP, SMA) di Situbondo yang belajar tentang tari Remong Trisnawati langsung ke yang bersangkutan. Entah itu untuk kepentingan tugas akhir, pengambilan gambar audiovisual, untuk festival dan sebagainya.

Sementara di rumahnya sendiri Trisnawati juga melatih anak-anak yang mau belajar tari Remo, namun sayangnya rumah kontrakannya tidak memenuhi syarat untuk tempat berlatih. Kadang dia dipanggil ke sekolah-sekolah untuk melatih, khususnya menjelang acara tujuhbelasan atau perayaan. Selain itu, Tris hanya menunggu ajakan pentas apa saja yang membutuhkan dirinya. Dia memang tidak terikat pada satu grup tertentu. Kota-kota yang pernah dijelajahinya antara lain, Probolinggo, Pandaan, Surabaya, Jember, Banyuwangi, hingga Jakarta. Sementara di Situbondo, menurutnya, pemerintah belum memperhatikannya sebagaimana yang dilakukan di kota-kota lain. (hnr)

Nama Lengkap : Trisnawati
Nama Panggilan : Tris
Nama Suami : (Cerai)
Nama Anak : (Tidak Punya Anak)
Tempat, Tgl lahir : Situbondo, 1 Februari 1965
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Pengkepeng, RT/RW: 003/018, Kelurahan Mimbaan, Kec. Panji
Telepon : 0852 5888 4610
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Tari, Karawitan, dan Sinden

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: