J.F.X. Hoery: Daya Tarik Sastra Jawa Lebih Kuat

IMG_0333
Dikenal sebagai sastrawan Jawa, sesungguhnya JFX Hoery tidak sesempit itu dunianya. Sejak pindah ke Bojonegoro tahun 1962 dan menetap di sana hingga sekarang, Hoery adalah motor penggerak berbagai kegiatan seni budaya. Atas jasa, prestasi dan dedikasinya itulah Gubernur Jatim memberikan penghargaan pada HUT Provinsi Jatim Senin lalu (12/10).

Sebagai penulis, sebagian besar karyanya memang ditulis dalam bahasa Jawa, berupa ceritera pendek, cerita bersambung, cerita rakyat, cerita misteri, roman sejarah, reportase dan geguritan banyak dimuat di majalah-majalah berbahasa Jawa yang terbit dari tahun 1971 hingga sekarang. Tulisan pertamanya yang dimuat di majalah dimuat tahun 1960 dalam majalah Taman Putra Panyebar Semangat.

Hoery adalah penulis yang produktif, cerpen dan geguritannya sudah ratusan jumlahnya. Mungkin karena sebelumnya pernah aktif menjadi wartawan Kedaulatan Rakyat (1985-1989) dan Bernas (1990-2001) di Bojonegoro dan Blora. Bagi Hoery, sastra Jawa lebih kuat daya tariknya ketimbang menjadi wartawan. Menurut dia, sastra Jawa bisa memberikan kepuasan batin ketimbang sastra Indonesia.
JFX Hoery
Hoery dikenal sebagai pekerja keras, ulet, teliti, sekaligus seorang pendokumen yang baik. Arsip-arsip hasil karya tulisnya–termasuk foto–masih disimpan rapi di rumahnya. Bahkan, Hoery juga masih telaten menjadi agen sejumlah media Jawa seperti Jaya Baya dan Penjebar Semangat. Bagi Hoery, kerelaannya menjadi agen majalah tersebut adalah bagian dari kecintaan dan penghormatannya pada sastra Jawa.

Sesuai pendidikannya, pada 1970-an, Hoery sempat bekerja di pengeboran minyak di sejumlah daerah di Jawa. Di luar kegiatannya sebagai pengarang, pada 1999-2004, Hoery juga pernah menjadi anggota parlemen di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bojonegoro dari PDI Perjuangan.

Meskipun kegiatan sastra Jawa semakin surut, Hoery tak rela jika suatu saat nanti sastra Jawa mati. Untuk itu, dia terus menulis dan menggerakkan organisasi PSJB yang dipimpinnya (sejak tahun 2000) agar karya dan jejaknya menjadikan pelita bagi sastra Jawa.

Melalui organisasi PSJB itulah menyelenggarakan sarasehan sastra daerah dengan tema “Jati Diri Sastra Daerah” yang mengundang pegiat sastra dari Aceh, Minang, Sunda, Jawa, Bali, Banjar, dan Bugis, serta George Quinn, peneliti dari Australia. Selain menerbitkan buku, pada masa kepemimpinan Hoery, PSJB menyelenggarakan sejumlah seminar dan pelatihan bagi guru-guru di Bojonegoro serta lomba tulis bahasa Jawa se-Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan. PSJB juga ikut memelopori penelitian situs di Bojonegoro dengan bekerjasama dengan jurusan Arkeologi Universitas Udayana.

Kongres Sastra Jawa, adalah salah satu kegiatan besar yang dimotorinya tanpa bantuan pemerintah sama sekali. Hal ini sampai berlangsung dua kali, hingga pemerintah mau memberikan dukungan pada penyelenggaraan KSJ yang ketiga.
Pada usianya yang mulai senja, Hoery masih bersemangat untuk melestarikan sastra Jawa, dengan mengajak anak-anak muda dalam menjalankan PSJB sebagai bentuk kaderisasi. (hnr)

Nama : JFX. Hoery
Lahir : Pacitan, 7 Agustus 1945
Isteri : Sri Narjati
Pendidikan : Sekolah Tekonologi Menengah (STM) di Semarang.
Organisasi : Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro (PSJB)
Penghargaan :
– 2004: Rancage atas karya “Pagelaran” (2004),
– 2013 : Rancage dalam bidang jasa sebagai pelopor pelestari Sastra Jawa.
Alamat : Dusun Kalangan, Desa Padangan, Kab. Bojonegoro
Telepon : 081 5514 3443

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: