Orasis Art Gallery Lembaga Peduli Seni Budaya

01a
Diantara sejumlah galeri seni rupa yang timbul tenggelam di Surabaya, Orasis Art Gallery adalah yang bertahan hingga menginjak tahun ke 10. Atas peran sertanya dalam kepedulian perkembangan seni budaya, Gubernur Jatim memberikan Penghargaan dalam peringatan HUT Provinsi Jatim ke 70 Senin lalu (12/10) kepada galeri milik Elizabeth Yuliawati ini.

Galeri ini diresmikan tahun 2005, yang merupakan metamorphosis dari Pelangi Nusantara Art Gallery yang berdiri 20 September 2002. Usia ini hanya sanggup dibarengi oleh Emmitan Gallery yang kurang lebih sama tahun berdirinya.
Bangunan galeri Orasis merupakan gabungan dua buah ruko yang terdiri dari tiga lantai dengan ruang pamer seluas sekitar 675 m2. Kelahiran galeri ini tak lepas dari kecintaan Elizabeth Yuliawati, yang memiliki hobi pada seni lukis, yang kemudian berlanjut ketika bertemu almarhum suami (Bambang Wijaya-red) yang sama-sama pecinta seni.

01b

Kemampuannya mengelola dengan hati, membuat galeri Orasis berhasil bertahan hingga usia sepuluh tahun. Ibu dari dua anak ini mengakui, mengelola galeri tidak mudah karena galeri seni bukan kebutuhan pokok. Galeri seni adalah pemenuhan kebutuhan spiritual bagi sebagian orang. Maklum, tidak semua orang memahami dan mencintai seni.

Liza harus mengajari para seniman tentang pentingnya mengetahui manajemen pameran di galeri. Umumnya para seniman hanya berpusat pada dirinya sendiri. Pokoknya ingin pameran. Padahal ada banyak hal yang perlu diperhatikan agar bisa menampilkan karya yang diminati dalam pameran, terutama di galeri yang khusus.

Tidak adanya keuntungan dalam bisnis galeri karena lukisan tidak dapat diobral. Liza memilih untuk menunggu dan mengajak masyarakat penyuka seni untuk melihat seni yang cantik di galerinya. Apalagi sebagai galeri yang sudah lama berdiri dan memiliki selera tertentu, tidak semua karya seniman bisa tampil di Orasis. Liza sendiri yang harus memilih dan mengundang para seniman sehingga biaya operasional dan kebutuhan lainnya ditanggung galeri.

Dalam setahun, Liza menargetkan menggelar minimal empat kali pameran yang merupakan agenda tetap sepenuhnya difasilitasi Orasis. Di luar itu, ada even tambahan atau program usulan yang bisa digelar jika ada rekomendasi para pekerja seni dan masyarakat.

Kedekatan dengan suami membuat Liza piawai menilai lukisan. Ia juga pintar mengatur manajemen di galeri. Ketika suaminya meninggal pada 2004, Liza mengubah nama galerinya menjadi Orasis yang berarti melihat lebih dalam dengan mata hati. Liza paham bahwa galerinya membutuhkan sentuhan nama yang unik agar mudah diingat.

Liza melihat galeri belum dapat menjadi sandaran di Surabaya, namun dia percaya bahwa galeri dapat membantu seniman untuk terus berkarya. Galeri adalah hobi dan bisnis bagi Liza. Ia ingin tetap mempertahankan galeri seni karena ia menyukainya. Urusan galeri adalah urusan hati. Urusan penghasilan lain lagi. Liza punya dua usaha yang mendukung kebutuhan galeri.
01
Di kalangan pelaku seni rupa, Galeri Orasis memang lebih akomodatif dalam penyelenggaraan event pameran. Termasuk, pameran tugas akhir (TA) mahasiswa jurusan seni rupa juga ditampungnya menggunakan fasilitas galeri ini. Bahkan ketika Biennale Jatim ke V (2013) yang hampir saja tidak dapat terselenggara, Orasis Gallery bersedia memfasilitasinya. Adalah Deby Prima Dewi, puteri seorang kolektor, yang menjadi pengelola harian galeri ini. (hnr, disarikan dari surabaya.tribunnews)

Alamat : Jl. HR. Muhammad Surabaya
Berdiri : 20 September 2002, diresmikan 2005
Pemilik : Elizabeth Yuliawati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: