Bantengan dan Ludruk Mojokerto di Taman Budaya Jatim

SURABAYA: Lakon ludruk “Tragedi Kebun Tebu” dimainkan di Taman Budaya Jawa Timur bersama dengan seni Bantengan dan drama tari Majapahit dalam Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) Kabupaten Mojokerto dengan tema . “Gumelaring Budaya Bumi Majapahit”, Jum’at – Sabtu (20-21/5).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, DR.H. Jarianto, M.Si, mengatakan bahwa program rutin UPT Taman Budaya Jatim ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada masing-masing kota/kabupaten di Jawa Timur untuk memamerkan potensi seni budaya dan pariwisatanya di Surabaya yang merupakan ibukota provinsi Jawa Timur. Dengan demikian masing-masing daerah diharapkan selalu siap dengan potensi unggulannya sehingga mampu menarik wisatawan berkunjung ke daerahnya dan juga kalangan pengusaha untuk menanamkan investasi.

Acara yang berlangsung di halaman dan pendopo TBJT ini dimulai Jum’at malam dengan sajian Jurit Rontek yang mengiringi peninjauan stand kuliner, pariwisata dan produk unggulan. Tari Bedhaya Majapahit mengawali seremonial pembukaan yang dilanjutkan dengan Tari Mayang Rontek dan Lagu Daerah”Trowulan”.

Tari Bedhaya Majapahit adalah tarian keraton yang merupakan upaya legitimasi kekuasaan raja-raja Majapahit dengan menghubungkan diri dengan tokoh mistik yang sangat dihormati.

Tari Mayang Rontek merupakan salah satu tarian khas yang dimiliki Kabupaten Mojokerto, Tari Mayang Rontek merupakan tari pelengkap yang dijadikan sebagai tari pembuka dalam sebuah prosesi Pengantin Mojoputri. Sedang tarian Mayang Rontek dilansir merupakan jenis tarian yang sudah ada sejak era Kerajaan Majapahit Busana tari mayang rontek dipengaruhi oleh masuknya budaya Islam ke tanah Jawa.

GSBD hari pertama dipungkasi dengan sajian drama tari “Majapahit Jinantra” yang dimaksudkan untuk menggugah bangsa ini untuk dapat kembali melihat kejayaan peradaban masa lampau sebagai pijakan untuk membuka mata batin rakyat Indonesia akan kebesarannya sebagai Bangsa yang telah disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia.

Hari kedua, acara sudah dimulai sejak pagi hari dengan Lomba Menghias Layang-layang untuk Keluarga dan pertunjukan Bantengan pada siang harinya. Selama ini Bantengan menjadi maskot seni Kabupaten Mojokerto, meski kota Batu juga memiliki jenis kesenian yang sama.

Puncak acara hari kedua adalah sajian ludruk dengan lakon “Tragedi Kebun Tebu” yang sebelumnya dimainkan atas nama Ludruk Karya Budaya di kota Malang dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Lakon ini berkisah mengenai ujian dan cobaan yang menimpa Sukarsih. Anak semata wayangnya terbunuh di kebun tebu, suaminya masuk penjara. Dia juga harus berhadapan dengan bapaknya yang ambisius dan kedunyan, yang memaksa dirinya harus berpisah dengan suami tercinta. Namun nasib manusia ada di tangan Tuhan. Sukarsih bersama suaminya mampu melewati ujian dan cobaan itu. Juga berkesempatan untuk turut berjuang membela tanah air tercinta. (*)

Informasi, Taman Budaya Jatim, telp: 031 534 2128.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: