Jaran Kencak dan Wayang Krucil Ditetapkan Warisan Budaya Indonesia

003
JAKARTA: Seni pertunjukan khas Lumajang berupa kuda yang dapat menari, yaitu Jaran Kencak, berhasil lolos dalam penilaian Tim Penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTB) yang berlangsung di Jakarta, Kamis malam (15/9). Usulan dari Jawa Timur lain yang berhasil lolos adalah Wayang Krucil Malangan, kuliner khas Trenggalek yaitu Lodho, adat istiadat Tengger (Entas-entas dan Macek Tengger) serta Kebo Aliyan Using dari Banyuwangi.

Kepala Bidang Budaya, Seni dan Film (BSF) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Dra. Hartini, MM, ikut mengawal sidang penetapan tersebut bersama stakeholder yaitu Henri Nurcahyo dari Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Jawa Timur. Menurut Hartini, sebetulnya Jatim mengajukan usulan 9 (sembilan) karya budaya, namun yang tiga dinyatakan belum memenuhi syarat, yakni: Upacara Nyanggring Lamongan, Sandhur Tuban dan Jaranan Turangga Yaksa Trenggalek. “Tidak ada penolakan, bukan gugur, hanya kurang lengkap syaratnya, jadi masih bisa diajukan lagi tahun depan,” ujar Hartini.

Penetapan WBTB Indonesia ini merupakan program Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI, khususnya Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, sudah dimulai tahun 2013 yang menetapkan 77 WBTB dari seluruh Indonesia. Tahun 2014 meningkat jadi 96, tahun 2015 sebanyak 121. Sedangkan tahun 2016 ini data yang masuk sebanyak 474 usulan dari seluruh Indonesia, yang lolos seleksi administrasi sebanyak 272, kemudian diteliti lagi kelengkapan dan ketepatannya hingga menjadi 150 WBTB. Angka yang disebut terakhir itulah yang berhasil ditetapkan sebagai WBTB Indonesia dari 34 provinsi.

Acara sidang penetapan ini harus dihadiri oleh wakil dari masing-masing provinsi yang harus mempresentasikan di hadapan 17 Tim Ahli dan narasumber, karena itu sidang yang berlangsung di Hotel Millenium Sirih Jakarta ini, berjalan maraton sejak hari Selasa siang (13/9) hingga berakhir Kamis menjelang tengah malam.

Diantara para para pakar itu terdapat nama-nama Pudentia MPSS (UI, ketua), Muchlis PaEni (sejarawan), Edi Sediawati (mantan Dirjenbud), Rahayu Supanggah (ISI Surakarta), L. Dyson (antropolog Unair), Wiwiek Sipala (koreografer, IKJ), Gunawan Tjahjono (arsitek), Linda F Rahmat (pakar kuliner) dan sebagainya. Prof Ayu Sutarto dari Jember (alm) sebelumnya juga menjadi anggota Tim Ahli.

Upacara penyerahan sertifikat WBTB Indonesia kepada masing-masing provinsi akan dilakukan tanggal 27 Oktober 2016 yang akan datang di Gedung Kesenian Jakarta. (hnr)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: