Festival Kesenian di Prigi Bersama Guruh Sukarnoputra

SURABAYA: Ada yang berbeda dalam Festival Kesenian Kawasan Selatan (FKKS) kali ini karena disemarakkan oleh penampilan Guruh Sukarnoputra. Festival yang berlangsung di kawasan wisata Pantai Prigi ini dimulai Sabtu siang (21/10) hingga Minggu sore hari. Baca lebih lanjut

Iklan

Pelajar Delapan Provinsi Unjuk Kreasi Seni

SURABAYA: Kalangan pelajar dari 8 (delapan) provinsi saling unjuk potensi seni budaya daerah masing-masing dalam acara Duta Seni Pelajar (DSP) tanggal 18 – 20 Oktober 2017 di Surabaya. Selain menyajikan seni pertunjukan juga digelar sarasehan kebangsaan dengan pembicara Suko Widodo dan Adrian Perkasa , kunjungan ke Museum Mpu Tantular, Semburan Lumpur Lapindo dan Pusat Industri Tas dan Koper Tanggulangan, kemudian ditutup dengan menyaksikan drama kolosal dari Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya di Taman Candra Wilwatikta Pandaan, Kamis malam (20/10). Baca lebih lanjut

LOKAKARYA GURU SENI RUPA JAWA TIMUR

SURABAYA: Menyemarakkan Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) ke-X di Jx Internasional diselenggarakan Lokakarya Guru Seni Rupa se-Jawa Timur, Senin (16/10). Penyelenggaraan lokakarya ini merupakan hasil kerjasama Sanggar Merah Putih sebagai penyelenggara PSLI bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud RI, didukung oleh MGMP Seni Budaya Jawa Timur.

Direktur Kesenian Direktorat Kebudayaan Kemendikbud, Dr. Restu Gunawan, M.Hum dipastikan akan membuka acara ini dan sekaligus menjadi keynote speaker. Sebelum ini, lokakarya selalu untuk peserta pemuda karena bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Baca lebih lanjut

Peningkatan Apresiasi Seni Tradisi PPST Jawa Timur


SURABAYA: Paguyuban Peminat Seni Tradisi (PPST) yang terdapat di 76 (tujuh puluh enam) Sekolah Dasar dan Menengah (SD, SMP, SMA) dari berbagai kota di Jatim melakukan unjuk karya seni dalam acara yang disebut “Peningkatan Apresiasi Pemberdayaan dan Pengembangan Seni Tradisi” di Gedung Kesenian Cak Durasim – Taman Budaya Jatim, Selasa-Kamis (3-5 Oktober). Baca lebih lanjut

Ruwatan Using dan Janger Banyuwangi

SURABAYA: Masyarakat sub-etnis Using ternyata memiliki cara tersendiri dalam melakukan ruwatan, yakni menggunakan Wayang Orang, bukan Wayang Kulit sebagaimana pada umumnya dalam adat Jawa. Ruwatan dimaksudkan agar anak tumbuh dan berkembang senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, rejeki melimpah dan selamat hingga akhir hayat. Baca lebih lanjut

Seribu Paduan Suara, 40 Musisi Orkestra Meriahkan Grahadi


SURABAYA: Sebanyak 1000 (seribu) paduan suara dan 40 musisi orkestra Gita Bahana Jawa Timur akan memeriahkan acara peringatan detik-detik proklamasi dan pengibaran bendera pusaka Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72. Pelajar SMA dan SMK serta mahasiswa dari berbagai daerah di Jatim itu akan tampil di gedung negara Grahadi Surabaya pada pagi hari (aubade) dan sore hari (serenade) persis pada tanggal 17 Agustus 2017.
Baca lebih lanjut

Festival Nasional Budaya Panji

SURABAYA: Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota Kediri, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa timur, serta Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menyelenggarakan Festival Nasional Budaya Panji Tahun 2017 yang bertempat di Kediri. Acara dilangsungkan di kompleks Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri dan beberapa tempat lain di wilayah Kabupaten dan Kota Kediri, sejak tanggal 16 Juli hingga 22 Juli 2017.

Kepala UPT Laboratorium Pendidikan dan Pelatihan (LPPK) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, Efie Wijayanti, SSos, MMPd, menjelaskan, bahwa Cerita Panji adalah karya sastra lisan asli Jawa Timur yang diperkirakan muncul sejak era keemasan Kediri (Daha) yang kemudian sangat populer pada zaman Majapahit sehingga tumbuh dan berkembang ke seluruh Nusantara, bahkan sampai ke kawasan Melayu, Thailand, Laos dan Kamboja. Persoalannya, pusaka budaya yang telah menjadi arus utama kebudayaan (kesusastraan) di masa lalu itu belakangan ini “nyaris lenyap” tanpa jejak justru di tanah kelahirannya sendiri. Baca lebih lanjut