Belum Ada Pengganti Dalang Surati (almh)

foto rokimdakas

foto rokimdakas


Mbah Rati dengan tubuh tuanya yang lusuh, berambut putih, dengan luka-luka di kakinya. Beliau menceritakan bahwa ia telah berusia lebih dari 100 tahun, beliau pun tidak ingat kapan lahir ke dunia. Walau masih memiliki ingatan sehat, serta mampu mendengarkan dengan baik, namun Mbah Rati kini tunanetra dan tak lagi mampu berjalan maupun berdiri terlalu lama.

Itulah catatan yang ditulis dari pertemuan tanggal 18 Mei 2014 oleh Novi BMW yang dipublikasikan di laman Penyuluh Kebudayaan Bojonegoro. Kondisi maestro kentrung ini sangat memprihatinkan. Padahal, dari cerita yang sering dimainkan Rati, yaitu Sarahwulan telah diangkat menjadi disertasi doktoral oleh almarhum Prof. Dr. Suripan Sadi Hutomo dan telah diterbitkan menjadi buku dengan judul Cerita Kentrung Sarahwulan Tuban. Baca lebih lanjut

Teguh Santosa (alm), Komikus Jatim Tiada Tanding

088
Bagi mereka yang pernah mengalami masa kejayaan komik, pasti kenal dengan nama Teguh Santosa. Karyanya yang monumental adalah komik roman sejarah yaitu Sandhora, terdiri dari 9 jilid setebal 540 halaman dan telah dicetak ulang sampai 3 kali. Teguh Santosa menggambar komik Sandhora dengan setting serampung perang Diponegoro (1825-1830).
Baca lebih lanjut

Dedikasi Achmad Fauzi (Almarhum) Sampai Akhir

achmad_fauzi_dk jatim
Belum lama duduk sebagai ketua umum Dewan Kesenian Jawa Timur (DK Jatim) untuk periode kedua, Fauzi jatuh sakit untuk beberapa lama. Masih berusaha aktif berkegiatan dalam kondisi sakit, menjalani terapi, toh akhirnya Bapak dua puteri ini terpilih bertemu denganNYA, dan dimakamkan di Sumenep, tanah kelahirannya. Maka penghargaan dari Gubernur Jatim yang diberikan saat peringatan HUT Provinsi Jatim Senin lalu (12/10) diterima oleh isterinya.
Baca lebih lanjut

Dedikasi Djati Kusumo Tak Pernah Surut

0011
Pernah dikenal sebagai pelawak dan anggota DPR RI, sesungguhnya Djati Kusumo adalah seorang budayawan yang memiliki dedikasi luar biasa. Ketika itu, Djati masih menjadi PNS di Kantor Departemen Penerangan Kota Malang (1973-1987). Toh posisi nyaman sebagai PNS itu ditinggalkannya karena gerah dengan iklim monoloyalitas pegawai negeri yang harus menjadi anggota Golkar. Padahal, Djati sempat terpilih dalam 10 besar Karyawan Prestasi Nasional di lingkungan kerjanya. Alasannya adalah “… Orba kakinya tiga (Golkar-PDI-PPP), patah satu pasti tumbang.” Baca lebih lanjut

Singo Ulung Ditetapkan Jadi Warisan Budaya

Harry Widarto (tengah) didampingi pimpinan sidang Pudentia MPSSJAKARTA: Singo Ulung atau Rontek Singo Ulung dari Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional dalam katagori upacara tradisional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia. Tiga warisan budaya takbenda lainnya dari Jatim yang juga ditetapkan secara nasional adalah Wayang Beber Pacitan dalam katagori Tradisi dan Ekspresi Lisan, Ritual Larung Sembonyo Trenggalek dan arsitektur tradisional Tanean Lanjhang dari Madura. Baca lebih lanjut

Ruwat Sumber Penanggungan, Dialog Budaya dan Festival Film Desa

Tradisi tahunan masyarakat dusun Biting, desa Seloliman, Trawas, Mojokerto berupa Ruwat Sumber Jalatunda, kali ini disemarakkan dengan Dialog Budaya bersama dengan budayawan Taufik Rahzen (Jakarta) dan arkeolog Dwi Cahyono (Malang), serta Festival Film Desa. Ritual di candi patirtan Jalatunda tersebut diselenggarakan hari Minggu, 4 Desember 2011, mulai pukul 08.30 hingga selesai. Sedangkan Festival Film Desa dilaksanakan tanggal 1 -3 Desember pada malam hari di halaman rumah Kepala Dusun Biting. Baca lebih lanjut

Seniman Batu Temukan Galeri Alternatif


Kalangan seniman Batu menyambut positif penyelenggaraan Festival Putri Bulan yang berlangsung sehari penuh, Minggu, 14 Agustus 2011. Meski belum berlangsung maksimal seperti rencana semula, namun mereka menganggap bahwa lokasi Putri Bulan Cottage tempat berlangsungnya acara tersebut merupakan bentuk galeri alternatif dibanding galeri seni rupa pada umumnya. Artinya, perupa bukan hanya menyerahkan karya untuk dipajang begitu saja melainkan ada proses berkesenian yang menyertainya. Baca lebih lanjut