Impian Semusim di Pameran ‘Gank Demokrasi’

impian-semusimImpian Semusim adalah judul video dokumenter karya DOCNET (Documentary Networking) tentang
seputar PEMILU 2009 di kota Surabaya.

Video ini menggambarkan realitas yang terjadi di Kota Surabaya sebagai ilustrasi fenomena yang juga terjadi
di kota-kota lain di Indonesia menjelang agenda PEMILU 2009. Meriahnya janji-janji Partai Politik dan Para CALEG yang hanya terjadi di musim kampanye dan seakan-akan ‘hilang di telan bumi’ setelah perhitungan suara PEMILU selesai, menjadi fokus utama karya ini.
Baca lebih lanjut

Iklan

‘ANAK PORONG’ Juara Festival Film Indie

Sebuah film indie karya anak-anak muda Surabaya berjudul ANAK PORONG memenangi festival film indie yang diumumkan dalam Malam Penghargaan La Lights Indie Movie 2008 di Jakarta, Rabu malam (17/12). Baca lebih lanjut

Film tentang Problem Daerah

SURABAYA – Permasalahan di daerah terpencil jarang muncul ke permukaan. Namun, masalah tersebut bisa diangkat dan diceritakan secara lugas melalui film dokumenter. Kisah itulah yang ditampilkan In-Docs dalam acara screenDocs! Traveling 2008 di Kampus B Unair pada 13-15 Mei 2008 Baca lebih lanjut

Gandeng Unair, Promosikan Film Dokumenter

SURABAYA – Meski istilahnya cukup populer, film dokumenter masih dinikmati kalangan terbatas dan di daerah tertentu. Termasuk di Surabaya, jarang ada pertunjukan film dokumenter. Baca lebih lanjut

Bioskop di Kampus Unair

SURABAYA – Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair tidak perlu repot untuk menikmati bioskop. Sebab, saat ini di kampus itu berdiri mini theatre. Tidak sekadar untuk nonton film. Tempat tersebut sekaligus dijadikan ajang diskusi dan mengapresiasi film indie produksi mahasiswa. Baca lebih lanjut

Tembus Lima Besar Eagle Documentary Film

BOJONEGORO – Salah satu anak Bojonegoro, Teddy, mencatat prestasi di ajang festival film dokumenter tingkat nasional. Film dokumenter karyanya, berjudul Gubug Reyot di Atas Minyak Internasional, berhasil masuk lima besar pada Eagle Documentary Film yang diselenggarakan salah satu stasiun televisi nasional.
“Bisa tembus lima besar bagi kami sudah menggembirakan,” kata pria yang beralamat di Gang Garuda No 45, Bojonegoro, itu kepada Radar Bojonegoro kemarin (21/11).
Sebab, lanjut dia, juri Eagle Documentery adalah sineas-sineas yang sudah cukup terkenal di Indonesia, seperti Riri Reza dan Muhammad Abduh. Baca lebih lanjut