Bambang Sugijono, Pelestari Budaya dari Mojokerto

IMG_0398

Terlepas dari posisinya sebagai birokrat yang berurusan dengan kesenian, Bambang Sugijono memang dikenal aktif dalam berbagai hal terkait kesenian dan pendidikan. Tidak salah ketika menjabat Kasi Kebudayaan di Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Bambang bagaikan ikan kecebur kolam, sebab latarbelakang pendidikan formalnya adalah Magister Teknologi Pendidikan.

Di kalangan pekerja seni, namanya lebih dikenal sebagai Bambang John, seorang musisi yang banyak menciptakan lagu, khususnya lagu-lagu daerah, dan berulangkali menang lomba atau menjadi penata musik/iringan terbaik dalam sejumlah festival. Beberapa lagu ciptaannya misalnya, Putih Ireng (1986), UKS Idolaku (2002), Mars Anti Narkoba (2004), PHBS Idaman Keluarga (2006), Mars Himpaudi (2009). Baca lebih lanjut

Iklan

Belum Ada Pengganti Dalang Surati (almh)

foto rokimdakas

foto rokimdakas


Mbah Rati dengan tubuh tuanya yang lusuh, berambut putih, dengan luka-luka di kakinya. Beliau menceritakan bahwa ia telah berusia lebih dari 100 tahun, beliau pun tidak ingat kapan lahir ke dunia. Walau masih memiliki ingatan sehat, serta mampu mendengarkan dengan baik, namun Mbah Rati kini tunanetra dan tak lagi mampu berjalan maupun berdiri terlalu lama.

Itulah catatan yang ditulis dari pertemuan tanggal 18 Mei 2014 oleh Novi BMW yang dipublikasikan di laman Penyuluh Kebudayaan Bojonegoro. Kondisi maestro kentrung ini sangat memprihatinkan. Padahal, dari cerita yang sering dimainkan Rati, yaitu Sarahwulan telah diangkat menjadi disertasi doktoral oleh almarhum Prof. Dr. Suripan Sadi Hutomo dan telah diterbitkan menjadi buku dengan judul Cerita Kentrung Sarahwulan Tuban. Baca lebih lanjut

Kreativitas Membuncah Eko Hardoyo

IMG_0327
Meski secara formal sebagai PNS Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban, Eko Hardoyo aktif berkarya sebagai seniman dan menjadi motor aktivitas berkesenian di Tuban. Kalangan seniman mengenalnya dengan nama Eko Kasmo, seorang musisi yang super aktif dalam berbagai kegiatan. Bukan hanya lantaran posisinya di institusi pariwisata maka Eko Kasmo sering mewakili kabupaten Tuban dalam banyak festival, dan nyatanya sering meraih juara. Maka tak salah kali ini mendapatkan penghargaan Gubernur Jatim yang diberikan di gedung Grahadi Senin lalu (12/10). Baca lebih lanjut

Leo Kristi

Leo KristiNama aslinya Leo Imam Sukarno, populer dengan panggilan Leo Kristi. Penghargaan buat lelaki kelahiran Surabaya, 8 Agustus 1949 ini sebetulnya tergolong lambat. Leo sudah mengibarkan namanya sejak puluhan tahun lalu dengan lagu-lagu baladanya yang khas. Bersama Gombloh dan Franky Sahilatua (keduanya sudah almarhum), Leo ikut mendirikan grup musik beraliran rock progresif bernama Lemon Trees. Leo adalah ikon kota Surabaya, namanya identik dengan semangat kepahlawanan dalam musik. Tahun 2011 Leo mendapatkan penghargaan dari Walikota Surabaya. Baca lebih lanjut

Pambuko Kristian: Berkawan dengan Lingkungan Lewat Syair

Inilah sosok yang berada di belakang penciptaan lagu bertema “Kapal Jatim” dan lagu bermuatan lingkungan hidup. Pambuko Kristian namanya, sehari-hari adalah guru kesenian di SMA Santa Maria Surabaya dan aktif sebagai musisi dengan berbagai prestasi. Setidaknya ratusan judul lagu bermuatan sosial berhasil diciptakan.

Banyu Geni, itulah nama kelompok musik yang selalu tampil dalam acara-acara Kapal Jatim. Mengaku lahir dari seniman jalanan, banyak lagunya yang bertema lingkungan tercipta dari insipirasi dari tanah kelahirannya di pegunungan Kendeng Selatan, Purwodadi, Grobogan, Jawa Tegah, 11 Mei 1975. Baca lebih lanjut

Seniman Surabaya Galang Dana untuk Franky Sahilatua

Surabaya – Keluarga Besar Nusantara (KBN) dan Dewan Kesenian Surabaya (DKS) menggalang dana untuk membantu pengobatan seniman Franky Sahilatua (57) melalui acara bertajuk “Dari Surabaya untuk Franky: You’re Not Alone, Bung?!.” Baca lebih lanjut

UCOK AKA Diusulkan Status Warga Kehormatan Surabaya

03 Desember 2009, 15:44:24| Laporan Eddy Prasetyo
suarasurabaya.net| UCOK AKA HARAHAP rocker legendaris asal Surabaya yang meninggal hari ini diusulkan mendapat status Warga Kehormatan Surabaya. SABROT D. MALIOBORO Ketua Dewan Kesenian Surabaya (DKS) pada RULLY reporter Suara Surabaya, Kamis (03/12) mengatakan UCOK adalah icon kesenian, terutama seni musik yang punya pergaulan luas. Baca lebih lanjut