Ruwatan Using dan Janger Banyuwangi

SURABAYA: Masyarakat sub-etnis Using ternyata memiliki cara tersendiri dalam melakukan ruwatan, yakni menggunakan Wayang Orang, bukan Wayang Kulit sebagaimana pada umumnya dalam adat Jawa. Ruwatan dimaksudkan agar anak tumbuh dan berkembang senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, rejeki melimpah dan selamat hingga akhir hayat. Baca lebih lanjut

Iklan

Seribu Paduan Suara, 40 Musisi Orkestra Meriahkan Grahadi


SURABAYA: Sebanyak 1000 (seribu) paduan suara dan 40 musisi orkestra Gita Bahana Jawa Timur akan memeriahkan acara peringatan detik-detik proklamasi dan pengibaran bendera pusaka Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72. Pelajar SMA dan SMK serta mahasiswa dari berbagai daerah di Jatim itu akan tampil di gedung negara Grahadi Surabaya pada pagi hari (aubade) dan sore hari (serenade) persis pada tanggal 17 Agustus 2017.
Baca lebih lanjut

Festival Nasional Budaya Panji

SURABAYA: Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota Kediri, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa timur, serta Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menyelenggarakan Festival Nasional Budaya Panji Tahun 2017 yang bertempat di Kediri. Acara dilangsungkan di kompleks Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri dan beberapa tempat lain di wilayah Kabupaten dan Kota Kediri, sejak tanggal 16 Juli hingga 22 Juli 2017.

Kepala UPT Laboratorium Pendidikan dan Pelatihan (LPPK) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, Efie Wijayanti, SSos, MMPd, menjelaskan, bahwa Cerita Panji adalah karya sastra lisan asli Jawa Timur yang diperkirakan muncul sejak era keemasan Kediri (Daha) yang kemudian sangat populer pada zaman Majapahit sehingga tumbuh dan berkembang ke seluruh Nusantara, bahkan sampai ke kawasan Melayu, Thailand, Laos dan Kamboja. Persoalannya, pusaka budaya yang telah menjadi arus utama kebudayaan (kesusastraan) di masa lalu itu belakangan ini “nyaris lenyap” tanpa jejak justru di tanah kelahirannya sendiri. Baca lebih lanjut

Celeng Srenggi dari Trenggalek


SURABAYA: Bayangkan ada binatang celeng (babi hutan) sebesar sapi atau kerbau, memangsa tanaman di sawah petani dengan sangat cepat dan rakus, tidak mempan dengan segala senjata tajam, sehingga petani kewalahan mengenyahkannya. Itulah Celeng Srenggi namanya, yang hidup dalam cerita rakyat Trenggalek, yang dipergelarkan dalam sebuah seni pertunjukan fragmen tari di Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Gengtengkali 85 Surabaya, pada Jum’at malam (7/4). Acara ini merupakan rangkaian Gelar Seni Budaya Jawa Timur (GSBD) dengan tema “Trekah Trah Bumi Ageng Galek” yang dimulai Jum’at sore hingga Sabtu Malam (8/4). Baca lebih lanjut

Kuda Bisa Menari dari Lumajang

ilustrasi-533x800SURABAYA: Sebuah pertunjukan tradisional “Jaran Kencak” dari Lumajang dipertunjukkan di Taman Budaya Jawa Timur, Jalan Gentengkali 85 Surabaya, Sabtu (11/3) pukul 11.00 siang. Dalam pertunjukan ini yang menjadi pemain utamanya adalah seekor kuda yang sanggup menari menurut perintah pawangnya. Lantaran keunikannya itulah Jaran Kencak sudah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional dari Jawa Timur tahun 2016 kemarin. Baca lebih lanjut

Gelar Wayang Orang Patria Loka dari Kota Blitar

dsc_7345-800x532
SURABAYA: Kelompok Wayang Orang Patria Loka dari Kota Blitar Sabtu malam ini (25/2) menggelar pertunjukan di Gedung Cak Durasim, Jalan Gentengkali 85 Surabaya dengan lakon “Jaladri Bendung”. Kisah ini merupakan lakon klasik dalam epik Ramayana, dimana disajikan pertentangan antara pihak angkara murka yang diwakili oleh Rahwana, dan sosok kebaikan oleh sosok Rama.
Baca lebih lanjut

DRAMATARI DAN TAYUB DARI NGANJUK

SURABAYA: Dramatari “Kidung Argojali” dan Langen Tayub dari Kabupaten Nganjuk disajikan dalam acara Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) di Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Gentengkali 85 Surabaya Jumat-Sabtu (17/18 Februari). Bagi warga asal Nganjuk yang berdomisili di Surabaya dan sekitarnya, inilah saatnya kangen-kangenan sambil menikmati kuliner khas Nganjuk. Demikian pula kalangan pelaku pariwisata budaya dapat memantau dan menikmati acara ini Baca lebih lanjut