Celeng Srenggi dari Trenggalek


SURABAYA: Bayangkan ada binatang celeng (babi hutan) sebesar sapi atau kerbau, memangsa tanaman di sawah petani dengan sangat cepat dan rakus, tidak mempan dengan segala senjata tajam, sehingga petani kewalahan mengenyahkannya. Itulah Celeng Srenggi namanya, yang hidup dalam cerita rakyat Trenggalek, yang dipergelarkan dalam sebuah seni pertunjukan fragmen tari di Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Gengtengkali 85 Surabaya, pada Jum’at malam (7/4). Acara ini merupakan rangkaian Gelar Seni Budaya Jawa Timur (GSBD) dengan tema “Trekah Trah Bumi Ageng Galek” yang dimulai Jum’at sore hingga Sabtu Malam (8/4). Baca lebih lanjut

Iklan

Kuda Bisa Menari dari Lumajang

ilustrasi-533x800SURABAYA: Sebuah pertunjukan tradisional “Jaran Kencak” dari Lumajang dipertunjukkan di Taman Budaya Jawa Timur, Jalan Gentengkali 85 Surabaya, Sabtu (11/3) pukul 11.00 siang. Dalam pertunjukan ini yang menjadi pemain utamanya adalah seekor kuda yang sanggup menari menurut perintah pawangnya. Lantaran keunikannya itulah Jaran Kencak sudah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional dari Jawa Timur tahun 2016 kemarin. Baca lebih lanjut

Ketoprak dan Tayub dari Tuban

Ilustrasi
SURABAYA: Tayub dari Tuban memang khas, namanya Sindiran. Bagi yang ingin merasakan keakraban dalam seni pergaulan ini bisa bergabung di Taman Budaya Jatim, Jl. Gentengkali 85 Surabaya, Sabtu malam (9/5). Malam sebelumnya, di tempat yang sama digelar pertunjukan Ketoprak. Acara ini merupakan rangkaian Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) Kabupaten Tuban dengan tema ”Bumi Wali Spirit of Harmony”. Baca lebih lanjut

Ketoprak Magetan di Taman Budaya Jatim

SURABAYA: Meski merupakan seni pertunjukan khas Jawa Tengah, Ketropak juga hidup dan eksis di provinsi Jawa Timur, khususnya yang berada pada area sub-etnis Mataraman. Tidak heran maka kabupaten Magetan, yang berada di perbatasan Jawa Timur – Jawa Tengah, juga memiliki seni pertunjukan rakyat yang mempesona ini. Maka Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Gentengkali 85 menghadirkan Ketoprak dari Magetan Sabtu malam, 14 Maret 2015.

Pertunjukan ini merupakan acara pamungkas dari rangkaian Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) “Mutiara Sukuning Argo Lawu” yang dimulai sejak Jumat malam (13/3). Mengetengahkan lakon “Alap – Alap Mertoloyo”, Ketoprak ini mengisahkan perjuangan pahlawan kabupaten Magetan melawan tentara Kompeni yang terjadi tahun 1828, saat-saat Perang Diponegoro masih berkecamuk. Waktu itu Magetan dipimpin oleh RMA Sosrowinoto, seorang Bupati yang kharismatik, anti penjajah dan dipercaya sebagai pemimpin perjuangan wilayah timur Gunung Lawu. Baca lebih lanjut

Fragmen Tari Cikal Bakal Turangga Yaksa

SURABAYA: Fragmen tari Cakrik, yang mengisahkan asal usul kesenian Jaranan khas Trenggalek Turangga Yaksa, dipentaskan di Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Gentengkali 85 Surabaya, Jum’at malam (20 Juni) mendatang. Selain itu ada kesenian khas lain yang disebut Musik Banthong, Beksan Asri Trunggali dan Jaranan. Acara Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) “Trekah Trah Bumi Ageng Galek “ ini dipungkasi dengan pergelaran wayang kulit padat gaya Surakarta bersama dalang Ki Genit Santoso dengan lakon “Mustika Pringgodani”, Sabtu malam (21 Juni). Baca lebih lanjut