Kuda Bisa Menari dari Lumajang

ilustrasi-533x800SURABAYA: Sebuah pertunjukan tradisional “Jaran Kencak” dari Lumajang dipertunjukkan di Taman Budaya Jawa Timur, Jalan Gentengkali 85 Surabaya, Sabtu (11/3) pukul 11.00 siang. Dalam pertunjukan ini yang menjadi pemain utamanya adalah seekor kuda yang sanggup menari menurut perintah pawangnya. Lantaran keunikannya itulah Jaran Kencak sudah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional dari Jawa Timur tahun 2016 kemarin. Baca lebih lanjut

Jaran Kencak dan Wayang Krucil Ditetapkan Warisan Budaya Indonesia

003
JAKARTA: Seni pertunjukan khas Lumajang berupa kuda yang dapat menari, yaitu Jaran Kencak, berhasil lolos dalam penilaian Tim Penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTB) yang berlangsung di Jakarta, Kamis malam (15/9). Usulan dari Jawa Timur lain yang berhasil lolos adalah Wayang Krucil Malangan, kuliner khas Trenggalek yaitu Lodho, adat istiadat Tengger (Entas-entas dan Macek Tengger) serta Kebo Aliyan Using dari Banyuwangi.

Kepala Bidang Budaya, Seni dan Film (BSF) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Dra. Hartini, MM, ikut mengawal sidang penetapan tersebut bersama stakeholder yaitu Henri Nurcahyo dari Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Jawa Timur. Menurut Hartini, sebetulnya Jatim mengajukan usulan 9 (sembilan) karya budaya, namun yang tiga dinyatakan belum memenuhi syarat, yakni: Upacara Nyanggring Lamongan, Sandhur Tuban dan Jaranan Turangga Yaksa Trenggalek. “Tidak ada penolakan, bukan gugur, hanya kurang lengkap syaratnya, jadi masih bisa diajukan lagi tahun depan,” ujar Hartini. Baca lebih lanjut