Festival Nasional Budaya Panji

SURABAYA: Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota Kediri, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa timur, serta Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menyelenggarakan Festival Nasional Budaya Panji Tahun 2017 yang bertempat di Kediri. Acara dilangsungkan di kompleks Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri dan beberapa tempat lain di wilayah Kabupaten dan Kota Kediri, sejak tanggal 16 Juli hingga 22 Juli 2017.

Kepala UPT Laboratorium Pendidikan dan Pelatihan (LPPK) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, Efie Wijayanti, SSos, MMPd, menjelaskan, bahwa Cerita Panji adalah karya sastra lisan asli Jawa Timur yang diperkirakan muncul sejak era keemasan Kediri (Daha) yang kemudian sangat populer pada zaman Majapahit sehingga tumbuh dan berkembang ke seluruh Nusantara, bahkan sampai ke kawasan Melayu, Thailand, Laos dan Kamboja. Persoalannya, pusaka budaya yang telah menjadi arus utama kebudayaan (kesusastraan) di masa lalu itu belakangan ini “nyaris lenyap” tanpa jejak justru di tanah kelahirannya sendiri. Baca lebih lanjut

Fragmen Panji Sri Aji Jayabaya

fb_img_1478611930664SURABAYA: Sebuah pergelaran fragmen Panji berjudul “Sang Maharaja Prabu Sri Aji Jayabaya” digelar di Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Gentengkali 85 Surabaya, Jum’at malam (11/11) sebagai bagian dari Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) dari Kabupaten Kediri. GSBD itu sendiri berlangsung dua hari, hingga Sabtu malam, dengan tema “Pesona Kediri Bumi Panji.”

Sri Aji Joyoboyo adalah raja besar gung binatara dari kerajaan Kediri yang memerintah sekitar abad XII. Selain sebagai raja yang arif dan bijaksana dia juga ahli nujum yang dapat membaca cerita yang ada di langit dan yang ada di bumi yang terkenal dengan Jangka Jayabaya. Kepemimpinan Prabu Sri Aji Joyoboyo merupakan awal bersatunya kembali dua kerajaan yaitu Jenggala dan Kediri.
Baca lebih lanjut