Pertunjukan Legenda Telaga Sarangan

SURABAYA: Telaga Sarangan di Magetan sudah terkenal sebagai objek wisata, namun tidak banyak yang mengetahui legenda bagaimana asal-usulnya. Legenda Telaga Sarangan itulah yang akan disajikan dalam sebuah seni pertunjukan di pendopo Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Gentengkali 85 Surabaya, Jum’at malam (9/12) dalam rangkaian acara Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) dari Kabupaten Magetan hingga Sabtu malam (10/12).

Legenda ini berkisah Ki Pasir dan Nyi Pasir dengan anaknya, Jaelelung. Suatu ketika suami isteri itu menemukan sebutir telur besar, lantas dibakar dan dimakan. Namun setelah itu tubuh mereka gatal dan panas yang luar biasa. Mereka bergulingan di tanah, menggelepar-gelepar sehingga membuat cekungan di sana-sini dan tubuhnya berubah menjadi naga yang besar. Sampai akhirnya dari cekungan yang makin dalam tersebut memancarkan air yang menggenang hingga berubah menjadi telaga. Baca lebih lanjut

Iklan

Ketoprak Magetan di Taman Budaya Jatim

SURABAYA: Meski merupakan seni pertunjukan khas Jawa Tengah, Ketropak juga hidup dan eksis di provinsi Jawa Timur, khususnya yang berada pada area sub-etnis Mataraman. Tidak heran maka kabupaten Magetan, yang berada di perbatasan Jawa Timur – Jawa Tengah, juga memiliki seni pertunjukan rakyat yang mempesona ini. Maka Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Gentengkali 85 menghadirkan Ketoprak dari Magetan Sabtu malam, 14 Maret 2015.

Pertunjukan ini merupakan acara pamungkas dari rangkaian Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) “Mutiara Sukuning Argo Lawu” yang dimulai sejak Jumat malam (13/3). Mengetengahkan lakon “Alap – Alap Mertoloyo”, Ketoprak ini mengisahkan perjuangan pahlawan kabupaten Magetan melawan tentara Kompeni yang terjadi tahun 1828, saat-saat Perang Diponegoro masih berkecamuk. Waktu itu Magetan dipimpin oleh RMA Sosrowinoto, seorang Bupati yang kharismatik, anti penjajah dan dipercaya sebagai pemimpin perjuangan wilayah timur Gunung Lawu. Baca lebih lanjut