Celeng Srenggi dari Trenggalek


SURABAYA: Bayangkan ada binatang celeng (babi hutan) sebesar sapi atau kerbau, memangsa tanaman di sawah petani dengan sangat cepat dan rakus, tidak mempan dengan segala senjata tajam, sehingga petani kewalahan mengenyahkannya. Itulah Celeng Srenggi namanya, yang hidup dalam cerita rakyat Trenggalek, yang dipergelarkan dalam sebuah seni pertunjukan fragmen tari di Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Gengtengkali 85 Surabaya, pada Jum’at malam (7/4). Acara ini merupakan rangkaian Gelar Seni Budaya Jawa Timur (GSBD) dengan tema “Trekah Trah Bumi Ageng Galek” yang dimulai Jum’at sore hingga Sabtu Malam (8/4). Baca lebih lanjut

Iklan

Dramatari Gayatri dari Tulungagung

img-20160923-wa0011
SURABAYA: Gayatri Rajapadmi adalah tokoh perempuan di balik kejayaan Majapahit yang nyaris dilupakan jasanya. Puteri Raja terakhir Singhasari yang juga permaisuri Raden Wijaya itu pernah mencetuskan Cakrawala Mandala Jawa sebagai konsep wawasan nusantara ketika berada di bukit penampihan Tulungagung. Kisah inilah yang disajikan dalam dramatari di Taman Budaya Jawa Timur, Jalan Gentengkali 85 Surabaya, Jum’at (7/10).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, DR. H. Jarianto, M.Si mengatakan, bahwa pergelaran dramatari tersebut merupakan rangkaian dari Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) Kabupaten Tulungagung bertema “Gumebyar Lawadan Mulya Tinata” yang berlangsung dua hari (7-8 Oktober). Baca lebih lanjut

Gelar Turangga Yaksa di Taman Budaya Jatim

ilustrasi
SURABAYA: Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) yang diselenggarakan oleh UPT Taman Budaya Jatim Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jatim, kali ini menampilkan potensi seni budaya dan pariwisata dari Kabupaten Trenggalek, hari Jum’at-Sabtu (16-17 September) di pendopo TBJT, Jalan Gentengkali 85 Surabaya. Baca lebih lanjut

Bantengan dan Ludruk Mojokerto di Taman Budaya Jatim

SURABAYA: Lakon ludruk “Tragedi Kebun Tebu” dimainkan di Taman Budaya Jawa Timur bersama dengan seni Bantengan dan drama tari Majapahit dalam Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) Kabupaten Mojokerto dengan tema . “Gumelaring Budaya Bumi Majapahit”, Jum’at – Sabtu (20-21/5).

Baca lebih lanjut

Sendratari Asal Usul Orang Madura di Jember

SURABAYA: Diantara berbagai etnis yang menjadi warga Jember sekarang ini, suku Madura menempati posisi utama. Bahkan sudah jamak masyarakat Jember menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa percakapan sehari-hari. Asal-usul dominasi suku Madura di Jember inilah yang disajikan dalam sendratari dengan judul “Wirota Wirogati Mbalelo” di Taman Budaya Jawa Timur, Jalan Gentengkali 85 Surabaya, dalam rangkaian Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) “Pesona Ragam Budaya Pendalungan Jember” Kabupaten Jember, 12-13 Februari 2016.
Baca lebih lanjut

Ketoprak “Songgolangit”, Asal Usul Reyog Ponorogo

00
SURABAYA: Sajian seni pertunjukan yang mengisahkan asal-usul Reyog Ponorogo disajikan dalam bentuk Ketoprak di Taman Budaya Jatim, Jl. Gentengkali 85 Surabaya, Jum’at malam (13/11). Pertunjukan ketoprak dengan judul “Songgolangit” ini merupakan rangkaian Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) “Mutiara Budaya Bumi Reyog” yang berlangsung hingga Sabtu malam 14/11). Gatot Eko Triono, S.Pd bertindak sebagai sutradara, penata musik Bagus Tri Anggono, sedangkan naskah ditulis oleh Drs. Hariadi. Baca lebih lanjut

Workshop Kesenian Ludruk

00 - Upload
SURABAYA: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Workshop Kesenian Ludruk di gedung Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur (TBJT), mulai Selasa ini hingga Kamis (8-10 September). Acara ini diikuti oleh hampir seluruh kabupaten/kota di Jatim yang diwakili oleh seorang sutradara dan seorang pemain.

Meski baru dibuka resmi Selasa malam, workshop sudah dimulai Selasa siang dengan pemaparan materi secara umum dan penulisan naskah. Bertindak selaku narasumber adalah Eko Ompong (Yogyakarta) dengan materi penyutradaraan, Bambang SP (SMKN XII Surabaya) dengan materi penataan musik, sedangkan materi penulisan naskah disampaikan oleh Imam CB dari STKW Surabaya.

Bertindak sebagai pendamping dalam workshop ini adalah Edi Karya (Mojokerto) dan Hengky Kusuma (Surabaya). (*)