Jaranan Kolaborasi Awali Pembukaan Parade Teater


SURABAYA: Pertunjukan kolaborasi Jaranan dari berbagai kota mengawali pembukaan Parade Teater Kampus Seni Indonesia (PTKSI) di Kampus Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya Minggu sore (19/11). Malam harinya di pendopo kampus diselenggarakan pertunjukan kesenian oleh mahasiswa STKW dan sebagian delegasi yang sudah hadir.

Kelompok Jaranan ini terdiri dari para pemain yang datang dari Kediri, Ponorogo, Pacitan dan Surabaya sendiri serta beberapa mahasiswa STKW Surabaya. Sementara pelaku utamanya dari kelompok Turangga Bulak Mukti Jaya dari Bulak Cumpat Surabaya. Baca lebih lanjut

Iklan

Parade Teater Kampus Seni Indonesia


SURABAYA: Sembilan grup teater dari berbagai kota di Indonesia akan unjuk potensi dalam Parade Teater Kampus Seni Indonesia (PTKSI) di gedung kesenian Cak Durasim, Jalan Gentengkali 85 Surabaya, 20-23 November 2017. Pembukaan dilangsungkan di kampus Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya, Minggu (19/10) pukul 16.00.
Acara yang berlangsung keenam kalinya ini diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Seni Teater Indonesia (KMSTI) didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, UPT Taman Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur dan STKW Surabaya. Baca lebih lanjut

Asmika, Sang Pengelana Teater

IMG_9205
Asmika adalah seorang pengelana teater. Gubernur Jawa Timur memberikan apresiasi berupa Penghargaan Seniman Budayawan pada upacara peringatan HUT Provinsi Jatim Senin pekan lalu (12/10) bersama dengan 15 seniman budayawan dan tiga lembaga peduli seni budaya.

Ketika negeri ini dilanda kemelut politik menjelang kejatuhan Soekarno, Asmika sedang kuliah di Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) di Jakarta. Aktivitas perkuliahan tidak jelas lagi, dan Asmika lantas disibukkan menjadi figuran beberapa film, mendirikan kelompok Dian Teater (1971), Sandradekta (1973), teater anak kampung Si Gembel (1974), mengikuti workshop teater oleh Julie Taymor, study teater di Yudha Minggu dan juga terlibat dalam organisasi Agora (Artis Gotong Royong).
Baca lebih lanjut

Oong Fathorrochman: Menjadikan Manusia Seutuhnya

0
Salah satu dari 15 seniman penerima Penghargaan Gubernur Jatim 2015 adalah Oong Fathorrochman. Nama aslinya Fathorrochman Achmad, dikenal sebagai seniman Teater yang cukup lengkap. Selain menggagas dan sebagai kreator, juga melakukan pembinaan terhadap anak-anak hingga mampu menyelesaikan studinya. Oong terlahir tahun 1965 (50 tahun), namun raut wajahnya terlihat melebihi usianya. Aktivitas teater yang dilakukannya di Bengkel Teater Rendra menjadi bekal baginya untuk memberikan pemahaman mendasar berteater sehingga seseorang tidak saja mampu bermain, tetapi juga mampu menghadapi kenyataan hidup, bersikap positif, memiliki ketaatan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Baca lebih lanjut

Kentrung Jatim Raih Dua Penghargaan

Foto 1JAKARTA: Tim Kesenian Jawa Timur berhasil meraih 2 (dua) penghargaan dalam Festival Nasional Teater Tradisional yang diselenggarakan oleh Dirjen Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ). Acara dua tahunan ini diikuti oleh perwakilan 34 provinsi seluruh Indonesia, berlangsung empat hari berturut-turut, 14-17 Juni 2014. Baca lebih lanjut