Dramatari Gayatri dari Tulungagung

img-20160923-wa0011
SURABAYA: Gayatri Rajapadmi adalah tokoh perempuan di balik kejayaan Majapahit yang nyaris dilupakan jasanya. Puteri Raja terakhir Singhasari yang juga permaisuri Raden Wijaya itu pernah mencetuskan Cakrawala Mandala Jawa sebagai konsep wawasan nusantara ketika berada di bukit penampihan Tulungagung. Kisah inilah yang disajikan dalam dramatari di Taman Budaya Jawa Timur, Jalan Gentengkali 85 Surabaya, Jum’at (7/10).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, DR. H. Jarianto, M.Si mengatakan, bahwa pergelaran dramatari tersebut merupakan rangkaian dari Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) Kabupaten Tulungagung bertema “Gumebyar Lawadan Mulya Tinata” yang berlangsung dua hari (7-8 Oktober). Baca lebih lanjut

SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung Juara PPST

SMAN Kedungwaru Tulungagung

SMAN Kedungwaru Tulungagung

SURABAYA: Lomba Karya Seni Pertunjukan Siswa (LKSPS) Paguyuban Peminat Seni Tradisi (PPST) tingkat SMA/SMK/MA se-Jawa Timur dimenangkan oleh SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung dengan naskah berjudul “Condromowo”. Acara ini diselenggarakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Pelatihan dan Pengembangan Seni (LPPS) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, di gedung Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur, Kamis siang hingga malam (12/5). Baca lebih lanjut

Reog Tulungagung Berangkat ke NTT

01
SURABAYA: Seni pertunjukan Reog Kendang Tulungagung yang telah dikreasi sedemikian rupa, diberangkatkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) mewakili Jawa Timur hari Rabu pagi (9/9) dalam Temu Taman Budaya se-Indonesia, 9-12 September 2015. Karya garapan koreografer Bimo Wiwohatmo ini Selasa malam dipertunjukkan dalam gladi kotor di pendopo Taman Budaya Jatim, disaksikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, DR. Jarianto, M.Si. Baca lebih lanjut

Legenda Reyog Kendang Tulungagung

IMG_6041SURABAYA: Reyog Kendang Tulungagung sangat berbeda dengan Reyog Ponorogo. Disamping tanpa Dhadhak Merak, ciri khasnya adalah penggunaan instrumen kendang yang jumlahnya bisa puluhan. Dan ternyata, asal usul kesenian ini ada hubungannya dengan letusan Gunung Kelud. Penasaran? Saksikan di Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Gentengkali 85 Surabaya, hari Jum’at malam (12/6). Baca lebih lanjut