Celeng Srenggi dari Trenggalek


SURABAYA: Bayangkan ada binatang celeng (babi hutan) sebesar sapi atau kerbau, memangsa tanaman di sawah petani dengan sangat cepat dan rakus, tidak mempan dengan segala senjata tajam, sehingga petani kewalahan mengenyahkannya. Itulah Celeng Srenggi namanya, yang hidup dalam cerita rakyat Trenggalek, yang dipergelarkan dalam sebuah seni pertunjukan fragmen tari di Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Gengtengkali 85 Surabaya, pada Jum’at malam (7/4). Acara ini merupakan rangkaian Gelar Seni Budaya Jawa Timur (GSBD) dengan tema “Trekah Trah Bumi Ageng Galek” yang dimulai Jum’at sore hingga Sabtu Malam (8/4). Baca lebih lanjut

Iklan

Turangga Yaksa Lahir dari Tangan Pamrih

03 - Pamrih - 1
Pamrih itu nama orang. Nama aslinya Pamrianto. Dialah yang berjasa atas lahirnya seni tari jaranan Turangga Yaksa yang menjadi terkenal sekarang ini. Maka sudah sepantasnyalah Gubernur Jawa Timur memberikan Penghargaan khusus dari 15 seniman budayawan lainnya, Senin lalu (12/10). Baca lebih lanjut

Sendratari Turangga Yaksa dan Tayuban Trenggalek

ilustrasi
SURABAYA: Seni Tari Turangga Yaksa yang menjadi ikon budaya Trenggalek bakal disajikan dalam bentuk sendratari dalam acara Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) ”Trekah Trah Bumi Ageng Galek” di Taman Budaya Jatim, Jl. Gentengkali 85 Surabaya, Jum’at malam (16/10). Besok malamnya, digelar Tayuban Trenggalekan di tempat yang sama.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jatim, DR. H. Jarianto, M.Si, menjelaskan bahwa GSBD merupakan agenda rutin Taman Budaya yang menyajikan keunggulan potensi seni, budaya dan pariwisata kota-kota di Jatim secara bergiliran. Selama ini Turangga Yaksa dikenal sebagai salah satu jenis tari Jaranan yang lahir dari Trenggalek dan sudah sangat populer. Dengan menyajikannya dalam bentuk sendratari dengan lakon “Lalar Turangga Yaksa“, tentu akan menjadi pertunjukan tersendiri yang menarik. Baca lebih lanjut