Kuda Bisa Menari dari Lumajang

ilustrasi-533x800SURABAYA: Sebuah pertunjukan tradisional “Jaran Kencak” dari Lumajang dipertunjukkan di Taman Budaya Jawa Timur, Jalan Gentengkali 85 Surabaya, Sabtu (11/3) pukul 11.00 siang. Dalam pertunjukan ini yang menjadi pemain utamanya adalah seekor kuda yang sanggup menari menurut perintah pawangnya. Lantaran keunikannya itulah Jaran Kencak sudah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional dari Jawa Timur tahun 2016 kemarin. Baca lebih lanjut

Gelar Wayang Orang Patria Loka dari Kota Blitar

dsc_7345-800x532
SURABAYA: Kelompok Wayang Orang Patria Loka dari Kota Blitar Sabtu malam ini (25/2) menggelar pertunjukan di Gedung Cak Durasim, Jalan Gentengkali 85 Surabaya dengan lakon “Jaladri Bendung”. Kisah ini merupakan lakon klasik dalam epik Ramayana, dimana disajikan pertentangan antara pihak angkara murka yang diwakili oleh Rahwana, dan sosok kebaikan oleh sosok Rama.
Baca lebih lanjut

DRAMATARI DAN TAYUB DARI NGANJUK

SURABAYA: Dramatari “Kidung Argojali” dan Langen Tayub dari Kabupaten Nganjuk disajikan dalam acara Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) di Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Gentengkali 85 Surabaya Jumat-Sabtu (17/18 Februari). Bagi warga asal Nganjuk yang berdomisili di Surabaya dan sekitarnya, inilah saatnya kangen-kangenan sambil menikmati kuliner khas Nganjuk. Demikian pula kalangan pelaku pariwisata budaya dapat memantau dan menikmati acara ini Baca lebih lanjut

Seni Rupa Pantang Menyerah

16195624_10209750371330957_5160036349163488375_nApakah seorang perupa (pelukis) harus menyerah menghadapi hambatan? Sebagai pekerja kreatif, tidak ada kata menyerah bagi perupa. Tak bisa melukis dengan tangan kanan, tak ada bahan melukis, kreatif menggunakan media apa saja, dan tetap berpameran dalam kondisi tak berdaya di atas kursi roda. Bukankah sokoguru seniman adalah kreativitas? Bahkan anak-anak berkebutuhan khusus mampu melahirkan karya hebat. Pelajaran berharga dapat dipetik dari perupa tangguh seperti Made Wianta, Hardono, Jansen Jasien, Widodo Basuki, Cak Kandar, Joni Ramlan, Makhfoed, Thalib Prasojo, Rudi Isbandi, Lim Keng dan juga warisan berharga Aksera. Tetapi yang harus diingat, bahwa belajar melukis itu tidak harus menjadi pelukis. Bagaimana lukisan yang disebut bagus itu? Bonsai itu juga seni rupa lho. Kesemuanya ini dibahas dalam buku 261 halaman ini. Berminat? Harga Rp 75 ribu. Hubungi langsung penulisnya: SMS/WA 0812 3100 832, email: henrinurcahyo@gmail.com

Pertunjukan Legenda Telaga Sarangan

SURABAYA: Telaga Sarangan di Magetan sudah terkenal sebagai objek wisata, namun tidak banyak yang mengetahui legenda bagaimana asal-usulnya. Legenda Telaga Sarangan itulah yang akan disajikan dalam sebuah seni pertunjukan di pendopo Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Gentengkali 85 Surabaya, Jum’at malam (9/12) dalam rangkaian acara Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) dari Kabupaten Magetan hingga Sabtu malam (10/12).

Legenda ini berkisah Ki Pasir dan Nyi Pasir dengan anaknya, Jaelelung. Suatu ketika suami isteri itu menemukan sebutir telur besar, lantas dibakar dan dimakan. Namun setelah itu tubuh mereka gatal dan panas yang luar biasa. Mereka bergulingan di tanah, menggelepar-gelepar sehingga membuat cekungan di sana-sini dan tubuhnya berubah menjadi naga yang besar. Sampai akhirnya dari cekungan yang makin dalam tersebut memancarkan air yang menggenang hingga berubah menjadi telaga. Baca lebih lanjut

Fragmen Panji Sri Aji Jayabaya

fb_img_1478611930664SURABAYA: Sebuah pergelaran fragmen Panji berjudul “Sang Maharaja Prabu Sri Aji Jayabaya” digelar di Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Gentengkali 85 Surabaya, Jum’at malam (11/11) sebagai bagian dari Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) dari Kabupaten Kediri. GSBD itu sendiri berlangsung dua hari, hingga Sabtu malam, dengan tema “Pesona Kediri Bumi Panji.”

Sri Aji Joyoboyo adalah raja besar gung binatara dari kerajaan Kediri yang memerintah sekitar abad XII. Selain sebagai raja yang arif dan bijaksana dia juga ahli nujum yang dapat membaca cerita yang ada di langit dan yang ada di bumi yang terkenal dengan Jangka Jayabaya. Kepemimpinan Prabu Sri Aji Joyoboyo merupakan awal bersatunya kembali dua kerajaan yaitu Jenggala dan Kediri.
Baca lebih lanjut

Diskusi Bersama Ivan Sagito

SURABAYA: Pelukis ternama dari Yogyakarta, Ivan Sagito, malam ini (Minggu, 9/10) berbagi pengalaman perihal proses kreatifnya di arena Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) di Jx International, Jl. A. Yani 99 Surabaya, mulai pukul 19.00 WIB. Sesi ini terbuka untuk umum, gratis.
ivan-sagita
Ivan yang dikenal sebagai pelukis surrealis itu dihadirkan untuk menjadi narasumber dalam Workshop Seni Lukis untuk Pemuda yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (Himajur) Seni Murni Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Sanggar Merah Putih.
Acara yang dibuka mulai pukul 16.00 ini diikuti oleh pemuda, usia 16-30 tahun, terdiri dari mahasiswa STKW Surabaya, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Sekolah Tinggi Komunikasi (Stikosa) AWS, SMKN 12 Surabaya dan para peserta perorangan. Baca lebih lanjut