Ketoprak Magetan di Taman Budaya Jatim

SURABAYA: Meski merupakan seni pertunjukan khas Jawa Tengah, Ketropak juga hidup dan eksis di provinsi Jawa Timur, khususnya yang berada pada area sub-etnis Mataraman. Tidak heran maka kabupaten Magetan, yang berada di perbatasan Jawa Timur – Jawa Tengah, juga memiliki seni pertunjukan rakyat yang mempesona ini. Maka Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Gentengkali 85 menghadirkan Ketoprak dari Magetan Sabtu malam, 14 Maret 2015.

Pertunjukan ini merupakan acara pamungkas dari rangkaian Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) “Mutiara Sukuning Argo Lawu” yang dimulai sejak Jumat malam (13/3). Mengetengahkan lakon “Alap – Alap Mertoloyo”, Ketoprak ini mengisahkan perjuangan pahlawan kabupaten Magetan melawan tentara Kompeni yang terjadi tahun 1828, saat-saat Perang Diponegoro masih berkecamuk. Waktu itu Magetan dipimpin oleh RMA Sosrowinoto, seorang Bupati yang kharismatik, anti penjajah dan dipercaya sebagai pemimpin perjuangan wilayah timur Gunung Lawu. Baca lebih lanjut

Gelar Musik Lesung dan Legenda Rara Kuning

IMG_3591SURABAYA: Musik Lesung yang biasa dimainkan ibu-ibu desa usai menumbuk padi itu sudah langka. Karena itu akan jadi pertunjukan menarik ketika disajikan bersama tarian. Demikian pula kisah perihal Rara Kuning, sebagai bagian dari Cerita Panji, yang disajikan dalam bentuk drama tari.

Dua pertunjukan tersebut merupakan bagian dari Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) ”Kridaning Budaya Bhumi Anjuk Ladang” dari Kabupaten Nganjuk yang dihadirkan di Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Gentengkali 85 Surabaya, mulai Jumat sore hingga Sabtu larut malam (13-14 Pebruari 2015).
Baca lebih lanjut

DELINEATION, Pameran Seni Rupa Unesa di Orasis

Unesa
SURABAYA: Jurusan seni rupa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar pameran di Orasis Gallery, Jl. HR. Muhammad Surabaya, yang dibuka mulai besok malam, 16 Desember dan berakhir tanggal 23 Desember 2014. Pameran bertitel Delineation ini diikuti oleh puluhan alumni dari berbagai angkatan, termasuk mereka yang namanya sudah terkenal.

Dari daftar peserta pameran tercatat pada poster antara lain terdapat nama-nama; Ainur Maryanto, Andi Sulistiono, Arif C Tamam, Chrysanti Angge, Djuli Djatiprambudi, H Nur Cholis, M Sattar, Masdibyo, Qusta, Romy Setiawan, Salamun Kaulam, Taufik Monyong, Tito Triyamei, Tony Ja’far, Woro Indah, Junizar Mursidi dan sejumlah nama lain. Pilihan nama-nama peserta ini agaknya merupakan hasil seleksi yang dilakukan oleh kurator Asy Syams E.A.

Ketua Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni Unesa, Dr. Drs. Djuli Djatiprambudi, M.Sn menjelaskan, masih dalam satu rangkaian dengan acara ini, Rabu siang (17/12) diselenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang hanya diikuti oleh 16 orang terpilih dari kalangan perupa dan juga pemerhati. Tema FGD adalah: “Membaca Ulang Sejarah Seni Rupa Surabaya”(hnr)

Ludruk Remaja, Pentaskan Lakon Sarip Tidak Mati

00004SURABAYA: Ludruk Remaja, sebuah bentukan kelompok ludruk baru mementaskan lakon “Sarip Tambak Oso” dengan penafsiran baru. Kalau selama ini lakon tersebut berakhir dengan kematian tokoh Sarip maka kali ini tidak dipungkasi dengan adegan hukuman mati oleh serdadu Belanda tersebut. Pergelaran ini dipentaskan di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Surabaya, Jalan Gentengkali 85, Jum’at malam (12/12).

Gagasan pementasan lakon dengan penafsiran baru ini muncul dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, DR. Jarianto, M.Si, yang disampaikan dalam beberapa kesempatan. “Mengapa selama ini tokoh-tokoh pahlawan dalam cerita rakyat selalu berakhir tragis dengan kematiannya? Ini adalah akal-akalan Belanda agar rakyat jangan berontak. Mengapa tidak ada ludruk yang menggarap hal ini dengan penafsiran baru?” ujar Jarianto. Baca lebih lanjut

Heri Lentho dan Dynand Fariz Raih Penghargaan Menteri Pariwisata

01JAKARTA: Dua orang seniman Jawa Timur, Heri Prasetyo alias Heri Lentho (Surabaya) dan Dynand Fariz (Jember) mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Katagori penghargaan untuk Heri Lentho sebagai Kreator Seni Pertunjukan, sedangkan Dynand Fariz sebagai Penyelenggara Event Seni Pertunjukan. Bersama mereka, juga ada enam seniman lainnya yang mendapat penghargaan dengan katagori berbeda.

Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan oleh Menteri Pariwisata RI, Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc, di halaman Museum Fatahillah, kawasan Kota Tua Jakarta, Selasa malam (9/12). Dalam saat yang sama juga dilakukan Pencanangan Pembangunan Ruang Pertunjukan Seni dan Budaya Kawasan Kota Tua Jakarta. Baca lebih lanjut

Jatim Raih 4 Prestasi di Parade Lagu Daerah

04JAKARTA: Meski belum beruntung menjadi Juara Umum atau Katagori Terbaik, Kelompok Musik yang dikirim atas nama Provinsi Jatim berhasil meraih 4 (tiga) penghargaan dalam Parade Lagu Daerah tingkat nasional di Sasana Langen Budaya Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Minggu malam (7/12). Acara tahunan yang diselenggarakan oleh TMII kali ini diikuti oleh 23 provinsi, masing-masing membawakan lagu daerahnya sendiri.

Dalam acara bertema “Gita Permata Nusantara” ini Provinsi Jawa Timur diwakili oleh grup musik dari Sumenep yang merupakan salah satu dari tiga grup terbaik dalam Festival Lagu Daerah tingkat Jatim, bulan Mei yang lalu. Lagu yang dibawakan tetap sama yaitu “Keraton Sumenep” namun dilakukan perombakan personal dan mendapat bimbingan dari supervisi yang ditunjuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur. Baca lebih lanjut

Pameran Lukisan “Pantang Menyerah” Tiko Hamzah

Poster
GRESIK: Meski sedang dalam kondisi sakit dan tak berdaya, Tiko Hamzah akan menggelar pameran Pameran Lukisan “Pantang Menyerah” (Retrospeksi Seni Lukis Tiko Hamzah) di gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Jl. Jaksa Agung Suprapto, Gresik, 23 – 28 Desember 2014.

Lahir Gresik, 24 Desember 1961, alumnus seni rupa IKIP Negeri Surabaya (Unesa) ini adalah salah satu putra daerah Gresik yang menggeluti dunia seni lukis dan telah mengharumkan nama Gresik. Dialah pelukis Gresik pertama yang berani pameran tiga kota sekaligus. Disamping juga salah satu inisiator pameran lukisan pelukis-pelukis Gresik kali pertama yang digarap secara mandiri. Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 29 pengikut lainnya.