SDN Sidoarjo Wakili Jatim di Festival Nasional Teater Anak

01
SURABAYA: Teater “Cah Bocah” dari SDN Negeri Sidodadi 1 Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, mewakili provinsi Jawa Timur dalam Festival Nasional Teater Anak di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, 31 Agustus – 3 September 2015. Diikuti oleh semua provinsi di Indonesia, Jatim mendapat giliran pentas hari pertama, Senin (31/8). Baca lebih lanjut

Wayang Topeng Malang dan Ludruk di TBJT

IMG_9894SURABAYA: Setelah libur sebulan selama puasa ramadan, seni pertunjukan wayang topeng khas Malang dan ludruk akan mengisi program Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) di Taman Budaya Jatim (TBJT), Jl. Gentengkali 85 Surabaya, Jumat dan Sabtu (7-8 Agustus) dengan tema ”Malang Five Paradise”. Lakon yang dibawakan dalam Wayang Topeng adalah “Umbul-umbul Mojopuro” sedangkan pertunjukan ludruk menghadirkan lakon “Ketemu Jodoh” Baca lebih lanjut

Sandur Bojonegoro Wakil Jatim Festival Teater Tradisi

02SURABAYA: Kelompok Sandur dari Bojonegoro mewakili provinsi Jawa Timur mengikuti Festival Teater Tradisi tingkat nasional di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (14/6). Sebagian besar pendukung kelompok ini berasal dari siswa SMKN 2 Bojonegoro yang menjadi pemenang dalam festival teater tingkat SMA Pekan Seni Pelajar (PSP) di Banyuwangi belum lama ini. Dan khusus untuk festival di Jakarta kali ini diperkuat oleh pemain profesional dari Teater Awu dan kelompok Sandur Kembang Desa, Ledok Kulon, Bojonegoro. Baca lebih lanjut

Legenda Reyog Kendang Tulungagung

IMG_6041SURABAYA: Reyog Kendang Tulungagung sangat berbeda dengan Reyog Ponorogo. Disamping tanpa Dhadhak Merak, ciri khasnya adalah penggunaan instrumen kendang yang jumlahnya bisa puluhan. Dan ternyata, asal usul kesenian ini ada hubungannya dengan letusan Gunung Kelud. Penasaran? Saksikan di Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Gentengkali 85 Surabaya, hari Jum’at malam (12/6). Baca lebih lanjut

Industri Kreatif Bukan Menjual Murah Tradisi

dari-kiri-sunu-catur-budiyono-moderator-primadi-tabrani-jakob-sumardjo-dan-djoko-saryono

dari-kiri-sunu-catur-budiyono-moderator-primadi-tabrani-jakob-sumardjo-dan-djoko-saryono


SURABAYA: Banyak sekali artefak seni tradisi kita yang bisa dimanfaatkan untuk industri kreatif. Namun industri kreatif seyogyanya bukanlah sekedar menjual tradisi, apalagi menjual murahkan tradisi. Bila begini, maka lambat atau cepat kita akan kehilangan jatidiri kita sebagai bangsa dan akan melemahkan ketahanan nasional bangsa. Industri kreatif seyogyanya mentransformasi artefak seni tradisi mejadi industri kreatip yang memiliki nilai tambah, berjatidiri, beridentitas, bermutu dan karenaya nilai jualnya meningkat. Baca lebih lanjut

Pasamuan Mahapralaya – 1000 Tahun Untuk Kebangkitan Bangsa

02
Puluhan mahasiswa dari berbagai daerah dan sejumlah seniman mengikuti acara Kemah Budaya 1000 Tahun Kebangkitan Bangsa di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman Trawas dan Candi Jalatunda. Acara ini dimaksudkan untuk memperingati kekalahan Raja Darmawangsa Teguh atas serangan Raja Wurawari yang didukung Sriwijaya, sebagaimana tertuang dalam Prasasti Pucangan tahun 1006 M (ada yang membaca tahun 1016 M). Ini memang peristiwa kehancuran, seperti kiamat, sehingga Airlangga yang waktu itu masih muda harus menyelamatkan diri, masuk hutan, berkelana bersama patih setianya, Narotama. Tiga tahun kemudian Airlangga membangun kerajaan Kahuripan, dengan istana baru di Wwatan Mas dan menjadi raja sebagai penerus takhta mertuanya, dengan wangsa baru, Isyana. Baca lebih lanjut

Kongres Kebudayaan Jatim Berlangsung di Pandaan

SURABAYA: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Kongres Kebudayaan Jatim di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Pasuruan, Rabu – Jum’at (20-22 Mei 2015). Menurut rencana, acara akan dibuka oleh Wakil Gubernur Jatim, Drs. Syaifullah Yusuf, Rabu siang pukul 13.00, meski acara sudah dilangsungkan pagi harinya dengan pembicara awal Prof. Hotman M. Siahaan dengan tema “Keragaman Budaya Jawa Timur sebagai sumber inspirasi nilai luhur pembangunan bangsa menuju masyarakat ekonomi Asean”

Menurut Dra. Hartini, MM, Kepala Bidang Budaya, Seni dan Film (BSF) Disbudpar Jatim, Kongres yang diikuti oleh sekitar 100 peserta dari berbagai kalangan ini bersamaan dengan Jambore Purbakala di tempat yang sama yang diikuti oleh Pramuka se-Jawa Timur. Baca lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 33 pengikut lainnya.